Logo
>

Laba Bersih CIMB Niaga (BNGA) Turun, Dua Hal ini Penyebabnya

Kredit melambat ke 4,5 persen dan opex naik 6 persen tekan laba 4Q25, meski kualitas aset membaik dan beban provisi turun sepanjang 2025.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba Bersih CIMB Niaga (BNGA) Turun, Dua Hal ini Penyebabnya
Bank CIMB Niaga catatkan kinerja keuangan kuartal IV-2025 yang melemah. (Foto: Dok BNGA)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Laba bersih PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada kuartal IV-2025 tercatat turun 5 persen secara tahunan dan 11 persen secara kuartalan. Dengan capaian tersebut, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp6,9 triliun atau tumbuh 1 persen dibandingkan 2024. 

Walau demikian, realisasi ini setara 98 persen dari estimasi konsensus 2025 dan berada dalam kisaran ekspektasi pasar.

Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit melandai menjadi 4,5 persen secara tahunan per Desember 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 6,9 persen dan relatif stagnan dibandingkan September 2025 yang sebesar 4,6 persen. Sementara, total kredit tercatat Rp238 triliun pada akhir 2025. 

Perlambatan ini terjadi di tengah strategi perseroan yang lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas aset, yang tercermin pada panduan pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 3–5 persen.

Pendapatan bunga pada kuartal IV 2025 tercatat Rp6,1 triliun, turun 2 persen secara tahunan dan 2 persen secara kuartalan. Sementara itu, beban bunga turun 9 persen secara tahunan dan 3 persen secara kuartalan menjadi Rp2,7 triliun. 

Net Interest Income pada kuartal IV 2025 tercatat Rp3,4 triliun, tumbuh 4 persen secara tahunan namun turun 2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sepanjang 2025, Net Interest Income mencapai Rp13,5 triliun atau naik 2 persen dibandingkan 2024.

Net Interest Margin selama 2025 tercatat 4,0 persen, turun dari 4,1 persen pada 2024 dan sesuai dengan panduan manajemen. Penurunan margin dipengaruhi oleh turunnya loan yield sebesar 32 basis poin secara tahunan pada kuartal IV 2025 di tengah lingkungan suku bunga yang lebih rendah. 

Di sisi lain, cost of fund turun 30 basis poin secara tahunan pada kuartal IV 2025 seiring peningkatan dana murah. CASA tumbuh 10 persen secara tahunan dan rasio CASA mencapai 70 persen pada Desember 2025, meningkat dari 66 persen pada Desember 2024. 

Deposito berjangka juga turun 8 persen secara tahunan, mencerminkan strategi perseroan yang tidak agresif dalam menghimpun dana mahal.

Dari sisi profitabilitas operasional, Pre-Provision Operating Profit sepanjang 2025 tercatat Rp10,5 triliun atau relatif datar dibandingkan 2024. Kenaikan beban operasional sebesar 6 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun turut menekan kinerja. 

Hal ini didorong oleh persiapan spin-off CIMB Syariah termasuk pengembangan infrastruktur dan biaya konsultan. Cost to Income Ratio meningkat menjadi 46 persen, melampaui panduan sebelumnya yang di bawah 45 persen.

Kualitas Aset Membaik

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah bruto berada di level 1,8 persen pada Desember 2025, membaik dibandingkan 2,0 persen pada September 2025 dan stabil dibandingkan Desember 2024. Loan at Risk turun menjadi 6,9 persen dari 7,7 persen pada September 2025 dan 8,6 persen pada Desember 2024. 

Sejalan dengan perbaikan tersebut, beban provisi turun 7 persen secara tahunan sepanjang 2025 menjadi Rp1,7 triliun. Cost of Credit pada kuartal IV 2025 tercatat 0,4 persen, turun dibandingkan 1,3 persen pada kuartal sebelumnya. 

Tanpa dampak reklasifikasi loan recovery income, Cost of Credit diperkirakan berada di sekitar 0,7 persen, tetap lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, kinerja BNGA pada 2025 ditopang oleh stabilitas margin, perbaikan kualitas aset, dan penurunan beban provisi, meski pertumbuhan kredit melambat dan beban operasional meningkat. 

Untuk 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan kredit yang lebih rendah dengan proyeksi NIM relatif stabil serta panduan return on equity di kisaran 12,5–13,5 persen, sejalan dengan realisasi 2025 sebesar 13 persen.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79