KABARBURSA.COM – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menutup 2025 dengan lonjakan laba yang signifikan, ditopang oleh penguatan harga ayam umur sehari (day old chick/DOC) dan ayam broiler yang mendorong kinerja operasional sepanjang tahun.
Sepanjang tahun buku 2025, CPIN membukukan laba bersih sebesar Rp5,6 triliun atau tumbuh 52,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini berada di atas ekspektasi, baik dibandingkan proyeksi internal maupun konsensus pasar, di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif moderat.
Pendapatan CPIN tercatat sebesar Rp70,7 triliun atau meningkat 4,8 persen secara tahunan. Kenaikan ini berjalan seiring dengan perbaikan profitabilitas, di mana margin laba kotor meningkat menjadi 10,2 persen atau naik 161 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Efisiensi juga terlihat dari sisi beban operasional, dengan rasio operating expenses terhadap penjualan turun menjadi 3,5 persen. Dengan struktur tersebut, margin EBIT meningkat menjadi 6,7 persen atau naik 174 basis poin secara tahunan.
Momentum kinerja semakin terlihat pada kuartal IV 2025. Laba bersih pada periode tersebut tercatat sebesar Rp2,3 triliun atau melonjak 55,6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan meningkat 71,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini menjadi capaian laba kuartalan tertinggi sepanjang 2025.
Penguatan kinerja kuartal akhir ini ditopang oleh kontribusi utama dari segmen DOC dan broiler. Segmen DOC mencatatkan lonjakan EBIT menjadi Rp591 miliar dengan margin 19,5 persen, seiring kenaikan harga DOC sebesar 16,4 persen secara kuartalan.
Pada saat yang sama, segmen broiler membukukan EBIT sebesar Rp1,7 triliun dengan margin 15,8 persen, didorong oleh kenaikan harga ayam broiler sebesar 8,5 persen secara kuartalan. Kedua segmen ini menjadi penopang utama pertumbuhan laba CPIN di akhir tahun.
Sementara itu, segmen pakan ternak menunjukkan dinamika berbeda. Margin EBIT pada segmen ini turun menjadi 7,0 persen, seiring kenaikan harga bahan baku seperti jagung dan soybean meal yang masing-masing meningkat 13,7 persen dan 10,5 persen secara kuartalan, yang tidak sepenuhnya diteruskan ke harga jual.
Di sisi lain, segmen ayam olahan mencatatkan perbaikan margin EBIT menjadi 9,8 persen, didukung oleh pengelolaan persediaan yang lebih baik sejak pertengahan 2024.
Perbaikan juga terlihat di bawah garis operasional, dengan tarif pajak efektif turun menjadi 25,3 persen dibandingkan 33,7 persen pada kuartal sebelumnya, yang turut mendukung peningkatan laba bersih pada akhir tahun.
Saham Pulih Seiring Kondisi Pasar Stabil
Memasuki 2026, pergerakan saham CPIN menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan pada awal Maret. Saham sempat turun ke level 3.500 sebelum kembali naik ke kisaran Rp3.970 per saham pada 17 Maret 2026.
Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang mulai stabil serta munculnya sentimen sektoral yang lebih kondusif. Dari sisi valuasi, saham CPIN saat ini diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 11,53 kali, dengan estimasi dividend yield sekitar 4,32 persen.
Selain itu, aktivitas akumulasi oleh investor institusi global juga mulai terlihat pada awal tahun 2026. Di saat yang sama, kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen turut memberikan stabilitas bagi sektor terkait konsumsi dan bahan baku.
Dengan capaian kinerja sepanjang 2025, CPIN mempertahankan proyeksi pertumbuhan ke depan yang didorong oleh keseimbangan pasokan dan permintaan ayam broiler, serta dampak lanjutan dari program dapur terpusat yang meningkatkan kebutuhan produk unggas.
Pergerakan kinerja ini memperlihatkan bagaimana dinamika harga komoditas, struktur biaya, serta perubahan permintaan domestik membentuk kinerja emiten sektor unggas sepanjang 2025 dan awal 2026.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.