KABARBURSA.COM – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Agenda besar produsen alat kesehatan bermerek OneMed ini berlangsung di fasilitas produksi Mojoagung, Jombang.
Direktur Utama Jayamas Medica Industri Herlien Sri Ariani menyatakan bahwa hasil rapat menyetujui seluruh mata acara yang diajukan dengan dukungan suara yang kuat. Kehadiran para pemegang saham tercatat mencapai 88,83 persen dari total pemilik hak suara sah.
"Penetapan penggunaan laba bersih mencerminkan komitmen Perseroan dalam memberikan imbal hasil yang konsisten bagi investor," ujar Herlien Sri Ariani dalam keterangan resminya. Langkah strategis ini mempertegas stabilitas bisnis Perseroan di tengah dinamika pasar alat kesehatan domestik.
Perseroan resmi menetapkan pembagian dividen tunai final sebesar Rp4,08 per saham. Total alokasi dana pembayaran dividen tahun buku 2025 tersebut mencapai Rp110,4 miliar.
Manajemen OMED juga memaparkan lompatan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026. Pendapatan bersih perusahaan melesat 31,2 persen secara year-on-year menjadi Rp572,2 miliar.
Pertumbuhan omzet tersebut ditopang oleh ekspansi volume penjualan yang melonjak hingga 54,1 persen. Margin laba kotor ikut terkerek naik menjadi 36,0 persen dari posisi sebelumnya sebesar 33,7 persen pada kuartal pertama tahun lalu.
Laba bersih emiten berkode saham OMED ini ikut terkerek naik sebesar 35,4 persen secara tahunan. Perseroan mengantongi laba bersih Rp99,0 miliar dengan margin laba yang stabil pada level 17,3 persen.
Kondisi neraca keuangan internal perusahaan tercatat berada dalam posisi yang sangat sehat. OMED menguasai posisi kas tebal mencapai Rp1,3 triliun dengan rasio utang berbunga terhadap ekuitas hanya 0,01 kali.
Rapat luar biasa pemegang saham juga merestui pengalihan saham treasuri bursa. OMED mengalokasikan sebanyak-banyaknya 17 juta lembar saham untuk program kepemilikan saham karyawan dan direksi.
Rencana ekspansi usaha jangka panjang ikut dipaparkan secara mendetail oleh jajaran manajemen. OMED bersiap memulai produksi massal alat kesehatan mata Intraocular Lens pada kuartal keempat tahun 2026.
Kinerja fundamental yang impresif ini langsung direspons positif oleh pergerakan harga di lantai bursa. Saham OMED terpantau menguat tajam pada penutupan perdagangan hari ini.
Harga saham OMED melesat 3,06 persen atau naik 6 poin ke level Rp202 per lembar saham. Tren kenaikan ini melanjutkan rapor hijau saham perusahaan sejak awal pekan pelaksanaan RUPS.
Nilai transaksi harian saham OMED pada pasar reguler tercatat mencapai Rp4,48 miliar. Total saham yang ditransaksikan pelaku pasar menyentuh angka 223,16 ribu lembar dengan frekuensi sebanyak 645 kali perdagangan.(*)
Kinerja Keuangan Kuartal I 2026 dan Data Saham OMED
| Parameter Keuangan / Saham | Capaian Kinerja OMED | Pertumbuhan / Perubahan |
|---|---|---|
| Pendapatan Bersih (1Q26) | Rp572,2 Miliar | Naik 31,2 persen (YoY) |
| Volume Penjualan | Ditopang Alat Kesehatan | Naik 54,1 persen (YoY) |
| Laba Bersih (1Q26) | Rp99,0 Miliar | Naik 35,4 persen (YoY) |
| Total Dividen Tunai (2025) | Rp110,4 Miliar | Setara Rp4,08 per Saham |
| Posisi Kas Internal | Rp1,3 Triliun | Neraca Sangat Sehat |
| Harga Saham OMED (Penutupan) | Rp202 per Lembar | Melesat +3,06 persen (+6 Poin) |
| Nilai Transaksi Saham | Rp4,48 Miliar | Frekuensi 645 Kali Perdagangan |