KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rebound tajam pada perdagangan sesi I Jumat, 12 Juni 2026. Data bursa menunjukkan indeks melesat signifikan di tengah dinamika transaksi investor luar negeri.
IHSG menguat sebesar 2,68 persen atau bertambah 157,52 poin ke level 6.043,55 pada pukul 11.29 WIB. Nilai transaksi perdagangan siang ini mencapai Rp11,39 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 21,06 miliar lembar.
Investor asing membukukan total aksi beli sebesar Rp4,19 triliun hingga pertengahan hari. Pada saat yang sama, angka penjualan oleh investor asing menyentuh Rp3,70 triliun.
Secara akumulatif, pasar modal Indonesia mencatatkan net foreign buy senilai Rp492,48 miliar. Aliran modal masuk ini menahan tekanan jual pada beberapa instrumen strategis bursa.
Dua emiten perbankan papan atas menjadi sasaran utama pelepasan dana oleh investor asing. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat penjualan bersih terbesar mencapai Rp274,01 miliar.
Aksi lepas saham BBRI tersebut juga diiringi dengan volume penjualan yang tinggi dari luar negeri. Total volume perdagangan saham BBRI oleh asing mencapai 95,44 juta lembar saham.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyusul di urutan kedua dengan net foreign sell Rp41,17 miliar. Volume penjualan bersih untuk saham bank pelat merah ini menyentuh angka 9,58 juta lembar.
Tekanan jual asing juga melanda saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp34,95 miliar. Para pelaku pasar luar negeri melepas saham raksasa otomotif ini dengan volume 7,32 juta lembar.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (CUAN) menempati posisi keempat pelepas bursa siang ini. Nilai penjualan bersih saham CUAN oleh investor asing tercatat sebesar Rp1801 miliar.
Selanjutnya saham emas terafiliasi bursa ikut terkena imbas aksi ambil untung dari pihak asing. Saham EMAS mencatat nilai penjualan bersih Rp17,56 miliar dengan volume 2,50 juta lembar.
Sektor barang konsumen bergerak variatif akibat tekanan jual bersih yang melanda industri makanan. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat net foreign sell Rp16,62 miliar.
Aksi jual massal pada deretan saham jumbo tersebut tidak membuat pasar saham domestik ambruk. Langkah sebaliknya justru terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Investor asing melakukan aksi beli selektif pada saham komoditas dan perbankan swasta terbesar nasional tersebut. Saham BBCA memimpin posisi teratas net foreign buy dengan nilai Rp182,32 miliar.
Volume pembelian bersih asing terhadap saham BBCA mencapai angka 30,36 juta lembar saham. Sentimen positif ini menjadi motor utama penahan kejatuhan indeks pada sektor finansial.
Emiten tambang dan energi juga menjadi motor penggerak penguatan bursa siang ini. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan beli bersih asing terbesar kedua senilai Rp126,76 miliar.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berada di posisi ketiga dengan nilai beli bersih Rp79,93 miliar. Volume perdagangan asing untuk emiten BRMS ini tercatat sangat aktif sebesar 150,98 juta lembar.
Induk usahanya yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengekor ketat di peringkat keempat terkumpulnya dana asing. Saham BUMI mencatatkan net foreign buy Rp78,54 miliar dengan volume raksasa 510,57 juta lembar.
Saham komoditas logam dasar juga mendapat apresiasi besar dari para pemodal internasional pada hari ini. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengantongi nilai beli bersih asing sebesar Rp74,84 miliar.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan nilai transaksi beli bersih Rp56,55 miliar. Sementara itu saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ikut menguat lewat beli bersih Rp38,40 miliar.
Aktivitas perantara pedagang efek ikut mendorong likuiditas perdagangan hingga akhir sesi pertama. Stockbit Sekuritas Digital (XL) tampil sebagai broker teraktif dengan nilai transaksi mencapai Rp3,13 triliun.
Posisi kedua broker dengan nilai transaksi terbesar ditempati oleh UBS Sekuritas Indonesia (AK) senilai Rp3,07 triliun. Selanjutnya Mandiri Sekuritas (CC) menyusul di posisi ketiga dengan mencatatkan total transaksi Rp2,63 triliun.
Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) menduduki peringkat keempat broker teraktif bursa dengan nilai transaksi Rp1,55 triliun. Melengkapi posisi lima besar yaitu Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan nilai transaksi Rp1,27 triliun.(*)
Data Aktivitas Transaksi Bursa Sesi I, Jumat, 12 Juni 2026
| Kategori Transaksi Asing | Nilai (Rupiah) | Emiten Top Buy / Sell | Nilai Bersih (Net) |
|---|---|---|---|
| Foreign Buy (Aksi Beli) | 4,19 Triliun | BBCA (Top Buy) | +182,32 Miliar |
| Foreign Sell (Aksi Jual) | 3,70 Triliun | DSSA | +126,76 Miliar |
| Net Foreign Buy (Total) | 492,48 Miliar | BBRI (Top Sell) | -274,01 Miliar |
| Total Volume Transaksi | 21,06 Miliar | BMRI | -41,17 Miliar |
| Total Nilai Transaksi | 11,39 Triliun | ASII | -34,95 Miliar |