Logo
>

Laba IPCM Naik Tipis di Kuartal I 2026, ini Penopangnya

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, IPCM mencatat laba bersih sebesar Rp45,57 miliar.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba IPCM Naik Tipis di Kuartal I 2026, ini Penopangnya
Kinerja IPCM kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan laba. (Foto: Dok. Jasa Armada Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh kontribusi dominan dari layanan jasa kapal di tengah dinamika global.

Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita mengatakan kinerja awal tahun tetap terjaga dengan dukungan fundamental usaha yang solid. 

“Kami tetap optimistis meningkatkan kinerja pada 2026 dengan menjaga fundamental, memperkuat kemitraan, serta mengoptimalkan armada dan awak kapal,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Rabu, 29 April 2026.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, IPCM mencatat laba bersih sebesar Rp45,57 miliar. Angka ini tumbuh 3,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp44,24 miliar. Pertumbuhan tersebut terjadi seiring dengan kontribusi utama dari lini jasa pelayanan kapal.

Pendapatan IPCM sebagian besar berasal dari jasa pelayanan kapal yang mencapai Rp334,51 miliar. Nilai tersebut menyumbang sekitar 96,34 persen dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan dari jasa pengangkutan dan layanan lainnya tercatat sebesar Rp12,71 miliar atau naik 11,12 persen secara tahunan.

Rincian pendapatan jasa kapal berasal dari pelabuhan umum sebesar Rp155,73 miliar. Kemudian dari Terminal Khusus (Tersus) sebesar Rp114,11 miliar dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar Rp64,68 miliar. 

Segmen pelabuhan umum dan TUKS masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,50 persen dan 5,14 persen secara tahunan.

Dari sisi neraca, total aset IPCM meningkat 4,39 persen menjadi Rp1,79 triliun pada akhir Maret 2026. Pada akhir 2025, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp1,71 triliun. Kenaikan ini mencerminkan ekspansi aktivitas operasional pada awal tahun.

Arus kas operasional juga menunjukkan penguatan signifikan. IPCM mencatat arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp102,10 miliar, meningkat 36,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp74,91 miliar.

Selain itu, perusahaan mencatat efisiensi biaya operasional. Hal ini terlihat dari penurunan beban usaha, baik pada komponen biaya operasi maupun beban umum dan administrasi. Efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga profitabilitas di tengah tekanan eksternal.

Pada sisi pengembangan bisnis, IPCM memperpanjang kerja sama dengan PT Cemindo Gemilang Tbk untuk layanan pemanduan dan penundaan kapal di Terminal Khusus Bayah, Banten. Perusahaan juga memperluas layanan maritim di Sumatera Selatan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.

Ekspansi tersebut mencakup layanan Ship to Ship (STS) di wilayah perairan wajib pandu Ambang Luar Sungai Musi, Palembang. Langkah ini diarahkan untuk mendukung distribusi logistik nasional melalui layanan maritim yang efisien dan terintegrasi.

Sepanjang kuartal I 2026, IPCM juga meraih penghargaan “Inovasi Bisnis Perusahaan Terbaik III” dalam ajang Anugerah BUMN 2026. Penghargaan ini diberikan atas pengembangan inovasi bisnis yang dilakukan perusahaan dalam mendukung peningkatan kinerja dan daya saing.

IPCM merupakan perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal yang menjadi bagian dari Pelindo Group. Emiten ini melayani aktivitas kapal di berbagai wilayah pelabuhan di Indonesia dengan fokus utama pada layanan maritim terintegrasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.