Logo
>

Laba Melonjak 317 Persen, CBDK Justru Gencar Buyback Saham

Di tengah ekspansi kawasan PIK2, perseroan mengambil langkah yang menarik perhatian pasar.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Laba Melonjak 317 Persen, CBDK Justru Gencar Buyback Saham
Ilustrasi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (CBDK) melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback senilai maksimal Rp250 miliar. Foto: dok CBDK

KABARBURSA.COM - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (CBDK) melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback senilai maksimal Rp250 miliar. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan permodalan di tengah dinamika pasar.

Perseroan menilai harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental maupun prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Berdasarkan paparan publik Perseroan, program buyback berlangsung pada periode 20 Mei hingga 19 Agustus 2026. Hingga 31 Mei 2026, CBDK telah merealisasikan pembelian kembali sebanyak 13.401.400 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp62,3 miliar.

Manajemen menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnis perusahaan ke depan.

Program buyback tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan kinerja keuangan CBDK sepanjang kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp743 miliar atau meningkat 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp428 miliar.

Pertumbuhan pendapatan tersebut mendorong lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp542 miliar, naik 317 persen dibandingkan Rp130 miliar pada kuartal pertama 2025.

Kenaikan kinerja tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya penjualan commercial land plot di kawasan CBD PIK2 yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama Perseroan.

Selain mencatat pertumbuhan laba, posisi keuangan CBDK juga menunjukkan penguatan. Hingga akhir Maret 2026, total aset Perseroan mencapai Rp22,4 triliun dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp2,7 triliun.

Di sisi lain, Perseroan terus memperluas sumber pendapatan melalui pengembangan aset yang menghasilkan pendapatan berulang atau recurring income.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan pengembangan kawasan CBD PIK2 tidak lagi hanya bertumpu pada monetisasi lahan komersial.

“Seiring dengan berkembangnya ekosistem bisnis di kawasan, kami optimistis CBD PIK2 akan terus memperluas sumber pertumbuhan usaha dan meningkatkan kualitas pendapatan Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Steven Kusumo, dikutip dari keterbukaan informasi publik, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menambahkan, Perseroan juga terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan aset strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan Hotel Hilton Jakarta PIK2.

“Kami melihat perkembangan CBD PIK2 yang semakin positif seiring bertambahnya aktivitas bisnis dan meningkatnya utilisasi kawasan. Fokus kami tidak hanya pada monetisasi commercial land plot, tetapi juga memperkuat fondasi recurring income melalui aset-aset strategis seperti NICE dan Hotel Hilton Jakarta PIK2,” kata Steven.

Hingga saat ini, NICE telah beroperasi dan mengamankan puluhan agenda kegiatan sepanjang 2026. Sementara pembangunan Hotel Hilton Jakarta PIK2 terus berjalan sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnis di kawasan CBD PIK2.

Perseroan menilai kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, penguatan posisi kas, serta pengembangan sumber pendapatan berulang menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.

Dengan kondisi tersebut, program buyback yang sedang berjalan menjadi salah satu langkah yang ditempuh manajemen untuk mengelola struktur modal sekaligus menjaga nilai perusahaan di pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.