Logo
>

ENRG Rilis 13,28 Miliar Saham Baru, bakal Raup Dana Rp4,11 Triliun?

Energi Mega Persada menggelar aksi rights issue dengan target perolehan dana jumbo guna memperkuat permodalan entitas anak usaha.

Ditulis oleh Syahrianto
ENRG Rilis 13,28 Miliar Saham Baru, bakal Raup Dana Rp4,11 Triliun?
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menerbitkan 13,28 miliar saham baru lewat mekanisme penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu. (Foto: Dok. Energi Mega Persada)

KABARBURSA.COM – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menerbitkan 13,28 miliar saham baru lewat mekanisme penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Energi Mega Persada Riri Hosniari Harahap membeberkan detail aksi korporasi tersebut kepada otoritas bursa. Manajemen memastikan rencana penggalangan dana di pasar modal ini ditujukan untuk memperkuat struktur keuangan internal grup perusahaan.

"Perseroan melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham Perseroan dalam rangka PMHMETD IV untuk membeli sebanyak 13,28 miliar saham baru Seri B," kata Riri Hosniari Harahap dalam keterangan resminya.

Total dana rill yang bakal dihimpun perusahaan diproyeksikan mencapai angka Rp4,11 triliun. Harga pelaksanaan untuk setiap lembar saham baru ini telah dipatok secara pasti pada level Rp310.

Rasio pembagian hak disepakati secara adil pada level dua berbanding satu. Setiap pemegang dua saham lama berhak mendapatkan satu hak memesan efek terlebih dahulu untuk menebus satu saham baru bursa.

Riri Hosniari Harahap menjelaskan kembali bahwa seluruh saham baru ini berasal dari portepel korporasi murni. Pihak manajemen menjamin secara penuh seluruh saham baru ini memiliki kedudukan serta hak dividen yang sama persis dengan saham lama bursa.

Pihak pemegang saham utama yakni PT Shima Global Kapital menyatakan absen dan tidak akan melaksanakan haknya. Perusahaan investasi ini bakal mengalihkan lebih dari 2,33 miliar hak penebusan saham kepada entitas PT Bakrie Kalila Investment.

PT Bakrie Kalila Investment menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi ratusan juta hak milik pribadinya ditambah hak limpahan tersebut secara rill di lapangan. Korporasi raksasa ini juga telah ditunjuk resmi menjadi pembeli siaga apabila masih terdapat sisa saham bursa.

Pihak pembeli siaga berkomitmen penuh menyerap sisa penerbitan hingga lebih dari 10,47 miliar lembar saham. Manajemen bursa memastikan kehadiran pembeli siaga sukses menjamin perolehan kucuran dana segar perusahaan.

Ancaman penyusutan porsi kepemilikan mengintai para investor bursa yang menolak berpartisipasi dalam aksi korporasi ini. Pemegang saham lama terancam mengalami dilusi kepemilikan yang sangat material maksimal hingga 33,33 persen.

Perseroan telah menyusun rincian rencana pemanfaatan kucuran dana triliunan rupiah tersebut secara terukur. Sebagian besar dana segar bursa akan difokuskan untuk memompa kapasitas permodalan entitas anak usaha perseroan.

Sebanyak 96,59 persen hasil aksi korporasi ini bakal disuntikkan langsung untuk investasi perluasan anak perusahaan. Sisa dana sekitar 3,41 persen akan dialokasikan sebagai tambahan modal kerja operasional harian induk perusahaan.

Tanggal pencatatan kelayakan bagi para pemegang saham yang berhak diputuskan jatuh pada tanggal 18 Agustus 2026. Periode perdagangan hak memesan efek ini dijadwalkan bergulir selama beberapa hari kerja bursa.

Perdagangan hak instrumen efek tersebut bakal berlangsung mulai tanggal 20 Agustus hingga 28 Agustus 2026 mendatang. Investor bursa diharapkan selalu memperhatikan linimasa tersebut agar terhindar dari potensi kerugian rill.

Kinerja keuangan emiten sepanjang tiga bulan pertama tahun ini membuktikan kekuatan fundamental bisnis grup. Perseroan tercatat berhasil meraup angka penjualan neto sebesar USD136,93 juta pada kuartal pembuka lalu.

Capaian angka penjualan tersebut berhasil meningkat 17 persen bila disandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun lalu. Laba neto komprehensif grup perusahaan juga menunjukkan tren pertumbuhan positif menuju level USD18,56 juta.

Penguatan laju laba bisnis emiten pelat swasta ini sangat bergantung pada tingkat fluktuasi harga komoditas energi global. Tren harga rata rata minyak mentah yang sempat menyentuh angka USD87,36 per barel menjadi pendorong utama arus kas perusahaan.

Emiten tangguh pengelola ladang migas ini memiliki jangkauan wilayah operasional luas yang tersebar di wilayah Indonesia dan Mozambik. Strategi ekspansi terstruktur perusahaan selalu bertujuan mengejar target pemenuhan produksi nasional guna menjamin pasokan energi rill domestik.

Total aset grup perusahaan tercatat aman menembus nilai raksasa sebesar USD1,86 miliar hingga akhir Maret tahun berjalan ini. Peningkatan angka jumlah kekayaan tersebut sangat terbantu oleh lonjakan simpanan kas serta setara kas rill bursa.

Posisi liabilitas emiten energi ini terpantau berada pada rentang angka USD1,02 miliar secara keseluruhan. Pengelolaan struktur utang jangka panjang maupun utang jangka pendek perusahaan diawasi secara sangat ketat demi kelestarian tingkat kesehatan neraca keuangan.

Perusahaan kontraktor migas ini mengoperasikan sebanyak 13 aset blok sumur minyak dan gas bumi unggulan. Volume produksi ekstraksi bersih minyak perseroan sanggup menyentuh level 6.920 barel per hari pada kuartal perdananya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.