KABARBURSA.COM – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 dengan laba bersih naik 13,9 persen menjadi Rp368,9 miliar.
Kenaikan ini terjadi seiring pertumbuhan penjualan dan perbaikan margin di tengah dinamika industri kesehatan dan tekanan geopolitik global.
Direktur Jayamas Medica Industri Leonard Hariadi Hartanto menyatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perusahaan. Ia menyebut diversifikasi produk dan distribusi menjadi penopang utama kinerja.
“Kinerja ini mencerminkan stabilitas model bisnis yang didukung portofolio produk terdiversifikasi serta jaringan distribusi yang luas,” ujar Leonard dalam keterangan resmi.
Sepanjang 2025, OMED membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun atau meningkat 9,4 persen dibandingkan Rp1,89 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan di berbagai segmen produk alat kesehatan.
Sejalan dengan itu, laba bruto meningkat 15,0 persen menjadi Rp717,5 miliar dengan margin laba bruto naik menjadi 34,8 persen dari sebelumnya 33,1 persen. Peningkatan margin ini mencerminkan efisiensi biaya produksi serta perbaikan bauran produk.
Leonard menegaskan perusahaan terus menjaga efisiensi operasional dalam ekspansi bisnis. Ia menyebut pengelolaan biaya menjadi faktor penting dalam menjaga profitabilitas.
“Kami menjaga pengelolaan biaya tetap stabil di tengah ekspansi usaha sehingga margin dapat terjaga,” kata dia.
Dari sisi operasional, laba usaha tercatat sebesar Rp390,9 miliar atau tumbuh 12,2 persen secara tahunan. Margin usaha tercatat sebesar 18,9 persen yang mencerminkan kestabilan struktur biaya perusahaan.
Laba tahun berjalan meningkat menjadi Rp368,9 miliar dari Rp324,0 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham meningkat menjadi Rp13,57 dari Rp11,89.
Kinerja tersebut didukung oleh kontribusi sejumlah segmen usaha. Produk medis sekali pakai dan habis pakai menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 48,8 persen dari total pendapatan dan tumbuh 9,4 persen secara tahunan.
Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan 16,2 persen didorong peningkatan volume penjualan serta peluncuran produk baru. Sementara itu, segmen antiseptik dan dialisis tumbuh 9,6 persen seiring peningkatan permintaan pasar.
Segmen bioteknologi dan laboratorium mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 30,1 persen. Di sisi lain, segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 6,9 persen mengikuti dinamika permintaan.
Leonard menyebut perusahaan melihat prospek industri alat kesehatan tetap terbuka. Ia menyampaikan strategi pertumbuhan akan difokuskan pada penguatan distribusi dan inovasi produk.
“Kami mempertahankan pandangan konstruktif terhadap prospek industri alat kesehatan nasional dengan fokus pada pengembangan produk dan ekspansi pasar,” ujar dia.
Memasuki 2026, OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun atau tumbuh 10 persen hingga 15 persen secara tahunan. Perusahaan juga menargetkan margin laba bruto berada di kisaran awal 30 persen.
Selain itu, OMED menargetkan penjualan ekspor sebesar USD1,0 juta hingga USD1,5 juta. Target ini akan didukung oleh penguatan distribusi domestik serta ekspansi pasar internasional.
Perusahaan juga melanjutkan strategi pengembangan produk dengan margin lebih tinggi serta peningkatan efisiensi operasional berkelanjutan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.