KABARBURSA.COM – PT Lion Metal Works Tbk (LION) memberikan jaminan deposito untuk mendukung fasilitas kredit anak usahanya PT Singa Purwakarta Jaya di tengah kondisi keuangan konsolidasian yang masih mencatat rugi hingga September 2025.
Direktur LION Lawer Supendi menjelaskan bahwa fasilitas kredit tersebut ditujukan untuk mendukung operasional anak usaha.
“Transaksi ini dilakukan untuk menunjang kegiatan operasional PT Singa Purwakarta Jaya dan tidak menimbulkan dampak hukum maupun risiko terhadap kelangsungan usaha Perseroan,” ujarnya dalam laporan keterbukaan informasi, Jumat 2 Januari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, fasilitas kredit yang diperoleh anak usaha dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memiliki nilai Rp25 miliar. Kredit tersebut dijamin dengan deposito berjangka Bank Mandiri senilai Rp20 miliar atas nama Perseroan. Nilai buku deposito per 10 Desember 2025 tercatat Rp28,35 miliar.
Manajemen menyampaikan bahwa nilai jaminan tersebut setara 4,99 persen dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit tahun buku 2024, sehingga transaksi dikategorikan bukan transaksi material dan berada di bawah ambang batas 20 persen sesuai ketentuan POJK 17/2020. Perseroan juga menegaskan transaksi tersebut bukan transaksi afiliasi dan bukan transaksi benturan kepentingan.
Aksi korporasi tersebut terjadi di tengah kinerja keuangan LION yang hingga periode sembilan bulan 2025 (9M25) masih berada dalam tekanan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025, Perseroan membukukan rugi bersih Rp24,62 miliar, dengan rugi usaha Rp33,70 miliar. Penjualan bersih selama 9M25 tercatat Rp243,61 miliar, terdiri dari segmen peralatan kantor dan material bangunan.
Meski demikian, dari sisi likuiditas, Perseroan masih mencatat posisi kas yang relatif memadai. Per 30 September 2025, kas dan setara kas LION tercatat Rp147,45 miliar, sementara deposito berjangka tercatat Rp130,89 miliar, termasuk deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp59,98 miliar. Deposito yang dibatasi tersebut antara lain ditempatkan di Bank Mandiri dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Manajemen menilai struktur likuiditas tersebut memungkinkan Perseroan memberikan jaminan deposito tanpa mengganggu operasional induk usaha.
Dalam laporan keuangan juga tercatat bahwa Perseroan dan entitas anak memenuhi seluruh ketentuan perjanjian pinjaman (covenant) yang berlaku.
Dari sisi posisi keuangan, total ekuitas LION per 30 September 2025 tercatat Rp472,35 miliar, turun dibandingkan posisi awal tahun seiring rugi periode berjalan.
Namun, Perseroan tidak mencatat penambahan utang langsung di level induk sebagai akibat dari aksi penjaminan tersebut.
Manajemen menegaskan bahwa pemberian jaminan deposito tersebut tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Aksi ini dinilai sebagai langkah pengelolaan likuiditas untuk memastikan kelancaran operasional anak usaha di tengah dinamika kinerja usaha sepanjang 2025. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.