KABARBURSA.COM – PT Bank OCBC NISP Tbk atau dalam kode saham NISP resmi menetapkan pembagian dividen tunai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar hari ini. Perseroan menyepakati pembagian dividen sebesar Rp45 per saham atau dengan total nilai mencapai Rp1,03 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp5,06 triliun.
Direktur Utama PT Bank OCBC NISP Tbk, Parwati Surjaudaja, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil kepada pemegang saham dan penguatan struktur permodalan perseroan.
“Kami tetap menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan penguatan permodalan,” ujar Parwati di kantor OCBC, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis, 9 April 2026.
Dalam keputusan RUPST, manajemen juga diberikan kewenangan untuk menetapkan jadwal pembagian dividen tunai tahun buku 2025, termasuk tanggal cum dividen, ex dividen, recording date, hingga pembayaran dividen kepada pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal. Hingga saat ini, jadwal rinci pendistribusian dividen tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh perseroan.
Selain menetapkan dividen, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk laporan Direksi, laporan pengawasan Dewan Komisaris, serta laporan Dewan Pengawas Syariah. Laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit juga disahkan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Pemegang saham turut memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah atas seluruh tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025, sepanjang tercermin dalam laporan dan tidak melanggar ketentuan hukum.
Dari sisi penggunaan laba, selain dividen sebesar Rp1,03 triliun, perseroan menyisihkan Rp1 miliar sebagai cadangan umum, sementara sisanya dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi usaha.
RUPST juga menyetujui aksi pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 438.000 saham atau sekitar 0,002 persen dari total modal disetor. Buyback ini ditujukan untuk program remunerasi variabel bagi Direksi dan karyawan, dengan nilai pelaksanaan diperkirakan tidak melebihi Rp1 miliar.
Tidak hanya itu, perseroan juga mendapatkan persetujuan untuk memperbarui rencana aksi pemulihan sebagai langkah mitigasi risiko, serta melakukan pengambilalihan saham pada entitas anak guna memperkuat posisi sebagai perusahaan induk dalam konglomerasi keuangan OCBC Group di Indonesia.
Langkah ekspansi tersebut mencakup akuisisi mayoritas saham PT OCBC Sekuritas Indonesia serta pengambilalihan 20,00 persen saham PT Great Eastern Life Indonesia, yang disertai skema konversi saham untuk memperoleh hak pengendalian.
OCBC NISP menegaskan komitmennya dalam menjaga kinerja yang solid sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham di tengah dinamika ekonomi global.(*)