KABARBURSA.COM – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan kinerja keuangan yang meningkat sepanjang tahun buku 2025, ditopang kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit serta minyak dan lemak nabati.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audit untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025, penjualan Grup SIMP naik 32 persen secara tahunan menjadi Rp21,06 triliun dari Rp15,97 triliun pada 2024.
Kenaikan ini terutama didorong oleh perbaikan harga jual rata-rata dan pertumbuhan volume penjualan produk kelapa sawit serta produk edible oils and fats.
Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun 2 persen secara tahunan menjadi 2,71 juta ton. Namun, total produksi crude palm oil (CPO) meningkat 4 persen menjadi 733 ribu ton, seiring kenaikan pasokan TBS dari eksternal.
Secara total, produksi TBS mencapai 3,725 juta ton atau naik 2 persen dibandingkan 2024, dengan kontribusi TBS eksternal tumbuh 14 persen menjadi 1,011 juta ton.
“Pada FY2025, Grup SIMP mencatat kinerja yang positif meskipun menghadapi berbagai tantangan agribisnis yang terus berlanjut termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketidakpastian global,” ujar Paulus dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menambahkan, Grup SIMP tetap berfokus, di antaranya, pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, memprioritaskan investasi modal, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas serta menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan.
Kinerja profitabilitas menunjukkan perbaikan. Laba bruto naik 13 persen menjadi Rp5,47 triliun dari Rp4,84 triliun pada tahun sebelumnya. Laba usaha meningkat 21 persen menjadi Rp4,00 triliun, dengan margin laba usaha tercatat 19 persen.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 33 persen menjadi Rp2,07 triliun dari Rp1,55 triliun pada 2024.
Core profit juga meningkat 26 persen menjadi Rp2,91 triliun. EBITDA naik 18 persen menjadi Rp5,60 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 27 persen. Laba per saham tercatat Rp133, naik dari Rp100 pada tahun sebelumnya.
Dari sisi struktur keuangan, total aset SIMP per 31 Desember 2025 mencapai Rp41,38 triliun, naik dari Rp37,25 triliun pada akhir 2024. Kas dan setara kas meningkat menjadi Rp8,35 triliun dari Rp5,75 triliun.
Total liabilitas tercatat Rp14,78 triliun, dengan utang berbunga sebesar Rp9,50 triliun. Total ekuitas meningkat menjadi Rp26,60 triliun.
Rasio pengungkit neto (net gearing ratio) membaik menjadi 0,04 kali pada akhir 2025, dibandingkan 0,11 kali pada akhir 2024. Angka ini mencerminkan penurunan rasio utang bersih terhadap ekuitas.
Presiden Direktur SIMP, Paulus Moleonoto, menyampaikan bahwa kinerja 2025 dicapai di tengah tantangan sektor agribisnis.
SIMP merupakan grup agribisnis terintegrasi dengan kegiatan usaha mulai dari riset dan pengembangan, pembudidayaan kelapa sawit, hingga pengolahan dan pemasaran produk turunan seperti minyak goreng, margarin, dan lemak nabati.
Selain kelapa sawit, SIMP juga mengembangkan komoditas lain seperti karet, tebu, kakao, dan teh. (*)