KABARBURSA.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp41,67 miliar untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 14 April 2026.
Corporate Secretary PJAA Agung Praptono menyampaikan bahwa pembagian dividen ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan kepada pemegang saham. Ia menegaskan distribusi laba dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja keuangan dan kondisi perusahaan.
“Perseroan menetapkan pembagian dividen tunai berdasarkan hasil RUPS Tahunan tahun buku 2025,” ujar Agung dalam keterbukaan informasi dikutip, Jumat, 17 April 2026.
Berdasarkan dokumen resmi, investor akan menerima dividen sebesar Rp26,05 per saham. Nilai tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp180,19 miliar.
Selain itu, PJAA mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,56 triliun. Total ekuitas perusahaan hingga akhir 2025 tercatat mencapai Rp1,86 triliun.
Agung menjelaskan bahwa jadwal pembagian dividen telah ditetapkan secara rinci. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 22 April 2026, sementara ex dividen berlangsung pada 23 April 2026.
“Pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 13 Mei 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 24 April 2026 dan ex dividen pada 27 April 2026. Sementara itu, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen atau recording date berada pada 24 April 2026 pukul 16.00 WIB.
Pembagian dividen ini menjadi bagian dari kebijakan perusahaan dalam mengelola laba. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan operasional serta pengembangan usaha ke depan.
Ancol Raup Laba Rp68,40 Miliar Sepanjang 2025
Kinerja keuangan PJAA sepanjang 2025 menunjukkan laba bersih sebesar Rp68,40 miliar. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai Rp272,30 miliar.
Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,26 triliun pada 2025, meningkat dari Rp1,23 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di kawasan Ancol.
Total kunjungan tercatat mencapai 19,08 juta orang sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan 18,37 juta orang pada 2024. Peningkatan trafik tersebut terjadi di berbagai unit rekreasi yang menjadi sumber pendapatan utama.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan dan beban usaha tercatat meningkat sepanjang periode pelaporan. Kondisi tersebut mempengaruhi perolehan laba bersih tahun berjalan.
Dari sisi posisi keuangan, total aset PJAA tercatat sebesar Rp3,72 triliun per 31 Desember 2025. Sementara liabilitas sebesar Rp1,41 triliun dan ekuitas mencapai Rp2,31 triliun.
Arus kas dari aktivitas operasi tercatat positif sepanjang 2025. Laporan keuangan tersebut telah diaudit sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku dan menjadi dasar penyampaian kinerja kepada publik.
Pembagian dividen ini menjadi bagian dari kebijakan perusahaan dalam mendistribusikan laba kepada pemegang saham. Keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan operasional serta pengembangan usaha ke depan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.