KABARBURSA.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026. Peningkatan volume produksi dan penjualan menjadi faktor utama di tengah tekanan harga batu bara.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 yang dipublikasikan ke Bursa Efek Indonesia, pendapatan BUMI mencapai USD417,7 juta atau naik 19,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring peningkatan aktivitas operasional.
Dari sisi profitabilitas, laba bruto tercatat USD82,8 juta, meningkat 61,6 persen secara tahunan. Laba usaha naik 75,8 persen menjadi USD49,1 juta dengan margin usaha meningkat menjadi 11,7 persen dari sebelumnya 8,0 persen.
Laba sebelum pajak tercatat USD55,3 juta atau tumbuh 93,1 persen. Sementara itu, laba bersih mencapai USD41,1 juta, meningkat 36,6 persen dibandingkan USD30,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut terjadi di tengah penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 10 persen menjadi USD58,6 per ton. Penurunan harga ini diimbangi oleh peningkatan volume produksi dan efisiensi operasional.
Secara operasional, produksi batu bara BUMI mencapai 19,2 juta ton atau naik 12 persen secara tahunan. Penjualan batu bara tercatat 19,1 juta ton, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perbaikan juga terlihat pada rasio kupasan tanah (strip ratio) yang turun menjadi 7,7 kali dari 8,4 kali. Penurunan rasio ini mencerminkan efisiensi dalam aktivitas penambangan dan berdampak pada biaya produksi per ton.
Sementara itu, volume lapisan penutup yang dihilangkan meningkat 3 persen menjadi 148,3 juta bcm. Persediaan batu bara turun menjadi 2,0 juta ton dari sebelumnya 2,4 juta ton, sejalan dengan peningkatan penjualan.
| Komponen | Kuartal I 2026 | Kuartal I 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | USD417,7 juta | USD348,8 juta | +19,7 persen |
| Laba Bruto | USD82,8 juta | USD51,2 juta | +61,6 persen |
| Laba Usaha | USD49,1 juta | USD27,9 juta | +75,8 persen |
| Margin Usaha | 11,7 persen | 8,0 persen | +3,7 poin |
| Laba Sebelum Pajak | USD55,3 juta | USD28,6 juta | +93,1 persen |
| Laba Bersih | USD41,1 juta | USD30,1 juta | +36,6 persen |
Dalam panduan kinerja 2026, BUMI menargetkan volume penjualan di kisaran 76 hingga 78 juta ton dengan proyeksi harga rata-rata USD60 hingga USD62 per ton. Biaya produksi diperkirakan berada di kisaran USD43 hingga USD44 per ton.
Selain itu, perusahaan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026. Manajemen juga akan menyelenggarakan earnings call pada Mei 2026 untuk membahas kinerja lebih lanjut bersama investor.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.