Logo
>

PTPP Kantongi Proyek RSUD Rp143 Miliar, Apa yang Patut Dicermati?

Manajemen PTPP menyempaikan, masa pelaksanaan pekerjaan berlansgung selama 240 hari kalender atau sekitar 8 bulan, serta masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
PTPP Kantongi Proyek RSUD Rp143 Miliar, Apa yang Patut Dicermati?
Ilustrasi PT PP (Persero) Tbk. Foto: Dok PP

KABARBURSA.COM - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) resmi memperoleh proyek pembangunan RSUD Kabupaten Mamuju Tengah. Pekerjaan yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatanini memiliki nilai kontrak sebesar Rp143,09 miliar (termasuk PPN).

Manajemen PTPP menyempaikan, masa pelaksanaan pekerjaan berlansgung selama 240 hari kalender atau sekitar 8 bulan, serta masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.

Pembangunan RSUD ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan melalui program peningkatan kelas rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C.

Nantinya, fasilitas rumah sakit akan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, mulai dari rawat jalan, rawat inap, instalasi gawat darurat (IGD), hingga fasilitas penunjang medis lainnya.

Kehadiran RSUD dengan fasilitas yang lebih representatif diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan yang lebih cepat, modern, dan merata bagi masyarakat sekitar.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menyampaikan PTPP berkomitmen menghadirkan pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Melalui proyek RSUD Mamuju Tengah ini, perseroan berharap dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat pemerataan fasilitas publik di berbagai wilayah Indonesia,” ujar dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin, 8 Juni 2026.

Penyematan kontrak baru ini membawa angin segar bagi kinerja keuangan PTPP, terutama dalam mempertebal pundi-pundi pendapatan perusahaan.

Masuknya proyek ini secara otomatis memperluas nilai total kontrak berjalan (order book) yang dimiliki perseroan pada tahun buku ini.

Mengingat periode pelaksanaan konstruksi yang relatif singkat dan padat, pengakuan pendapatan (revenue recognition) dipastikan akan mengalir secara cepat dan berkala ke dalam laporan keuangan kuartalan perseroan, seiring dengan kemajuan fisik pembangunan di lapangan.

​Tidak hanya mendongkrak pendapatan, penyelesaian proyek ini secara tepat waktu juga diproyeksikan menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan laba PTPP.

Laju pengakuan pendapatan yang intensif selama masa konstruksi akan langsung mengalir untuk memperkuat perolehan laba kotor perusahaan. Selain itu, durasi pengerjaan yang berada di bawah satu tahun memberikan keuntungan tersendiri bagi PTPP dalam meminimalisasi risiko gejolak inflasi dan kenaikan harga bahan baku material di pasar.

Melalui efisiensi biaya dan manajemen rantai pasok yang optimal, perseroan berpeluang besar mengamankan margin keuntungan yang sehat, yang nantinya akan terakumulasi pada peningkatan laba bersih konsolidasian serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham di akhir tahun buku.

Garap Pembangunan Jembatan di Kalimantan

Beberapa waktu lalu, PTPP berhasil meraih proyek infrastruktur berupa pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Proyek ini dilaksanakan melalui skema Joint Operation (JO), dengan PTPP sebagai lead contractor dengan porsi 50 persen , sebagai bagian dari program pembangunan multiyears tahun 2026–2028 yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.

Proyek dengan skema tahun jamak ini memiliki masa pelaksanaan konstruksi selama 1.005 hari kalender serta masa pemeliharaan selama 730 hari kalender.

Perolehan proyek ini semakin memperkuat portofolio PTPP di sektor infrastruktur, khususnya pembangunan konektivitas wilayah.

Kabupaten Tanah Bumbu ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Dikatakan, kehadiran infrastruktur ini akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Joko Raharjo menyampaikan bahwa perolehan proyek JO ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Jumat 10 April 2026.

Joko menegaskan PTPP berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.