KABARBURSA.COM – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) berencana melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 1,36 miliar saham baru. Langkah ini setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.
Manajemen RAAM menyatakan aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan bisnis. Perseroan juga menyiapkan penggunaan dana untuk ekspansi operasional dan entitas anak.
“Penambahan modal ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan serta memberikan tambahan pendanaan bagi Perseroan dan entitas anak,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.
Rencana rights issue ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Mei 2026. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.362.724.000 saham baru dengan nilai nominal Rp60 per saham.
Jumlah saham baru tersebut setara dengan maksimum 20 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan struktur ini, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 16,67 persen.
RAAM menyebut dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja. Penggunaan dana mencakup pembiayaan produksi film, web series, dan sinetron, termasuk aktivitas pemasaran serta investasi pada lini usaha terkait.
Selain itu, sebagian dana akan dialokasikan untuk penyertaan modal pada entitas anak PT Platinum Sinema. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan operasional 50 teater baru di berbagai kota di Indonesia.
Manajemen menyatakan ekspansi jaringan bioskop menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka menengah. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan distribusi konten serta memperkuat ekosistem usaha.
“Perseroan akan menggunakan dana untuk mendukung kegiatan produksi serta ekspansi usaha melalui entitas anak,” tulis manajemen.
Dalam struktur pemegang saham, RAAM saat ini dikendalikan oleh Ram Jethmal Punjabi dengan kepemilikan 67,50 persen. Sementara PT MNC Digital Entertainment Tbk memiliki 9,09 persen saham, dan publik sebesar 22,73 persen.
Perseroan bergerak di sektor perfilman dengan kegiatan utama meliputi produksi, pascaproduksi, distribusi film, serta aktivitas holding. Selain itu, melalui entitas anak, RAAM juga menjalankan bisnis pemutaran film di sejumlah lokasi bioskop.
Rencana pelaksanaan rights issue akan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit. Jangka waktu antara persetujuan RUPSLB dan efektifnya pernyataan pendaftaran ditetapkan tidak lebih dari 12 bulan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan telah menetapkan sejumlah tanggal penting terkait aksi korporasi ini. Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB ditetapkan pada 10 April 2026, dengan pemanggilan rapat pada 13 April 2026.
RUPSLB akan digelar secara fisik di Multivision Tower, Jakarta Selatan, serta secara elektronik melalui platform eASY.KSEI. Hasil keputusan rapat akan diumumkan kepada publik setelah pelaksanaan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.