Logo
>

Rawan Koreksi di Akhir Juni, Simak Arah IHSG Hari Ini

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan melemah terbatas sejak wave (b) terbentuk

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Rawan Koreksi di Akhir Juni, Simak Arah IHSG Hari Ini
Ilustrasi aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Infonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.

Diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin, Senin, 29 Juni 2026, diutup di zona merah setelah koreksi sebesar 1,28 persen ke level 5.820.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan melemah terbatas sejak wave (b) terbentuk.

"Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume, namun RSI masih menunjukkan sinyal positif dan cenderung menguat," ujar dia dalam keterangannya.

Nafan menyebut investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp854 miliar pada perdagangan kemarin, dengan saham big banks seperti BBCA dan BMRI menjadi target jualan utama. Meski demikian,  nilai tukar rupiah terapresiasi 0,40 persen ke kisaran Rp17.851 per dolar AS berkat intervensi moneter BI lewat lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Hal ini diharapkan dapat menjadi penahan agar koreksi IHSG tidak terlalu dalam. Apalagi pergerakan IHSG sebenarnya sudah mulai terlihat membentuk “wave (b)," kata dia.

Nafan menjelaskan keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia masuk dalam kategori emerging market telah menepis kekhawatiran downgrade ke frontier market untuk sementara waktu sejatinya dapat memberikan katalis positif bagi IHSG.

Di sisi lain, lanjut dia,  para pelaku investor menantikan peririlisan data makroekonomi awal bulan Juli dalam pekan ini, meliputi PMI Manufaktur Indonesia, inflasi, dan neraca perdagangan.

"Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, sentimen terhadap IHSG dapat membaik," ungkapnya.

Dari mancanegara, sentimen datang dari kawasan Timur Tengah. Nafan menyampaikan pasar masih mewaspadai eskalasi lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Namun demikian, sentimen dari konflik AS-Iran dinilai tidak lagi menjadi kekhawatiran utama bagi para pelaku pasar sebab harga minyak global sudah dalam tren penurunan sebelumnya.

"Hal ini tentunya meredakan kekhawatiran atas membengkaknya subsidi BBM dalam negeri dan menahan lajunya imported inflation," ungkapnya.

Sementara itu BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak mixed cenderung melemah dengan support 5.730 dan resistance 6.000.

"Peluang rebound masih terbatas selama IHSG belum mampu kembali menembus area resistance tersebut," tulis mereka.

BRI Danareksa menyebut pasar hari ini akan mencermati rilis PMI Manufaktur, Inflasi, dan Neraca Perdagangan Indonesia sebagai indikator kesehatan ekonomi domestik.

"Di sisi lain, rencana IPO sejumlah emiten pada awal Juli juga berpotensi menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek," sebutnya.

Sedangkan, MNC Sekuritas mencatat posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv].  Mereka memprediksi indeks rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784.

"Adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 5.837-5.845," tulus mereka.

MNC Sekuritas mencatat, support IHSG pada perdagangan hari ini berkisar di level 5.784-5.594. Sementara area resistance ada di sekitaran 6.286-6.459.

Rekomendasi saham hari ini:

Mirae Asset Sekuritas: ANTM, DSNG, IMPC
BRI Danareksa: HMSP, DSSA, UNVR
MNC Sekuritas: BRIS, IMPC, INDY, SUPA.  (*)

 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.