KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, menunjukkan tekanan jual terbatas setelah harga ditutup di level 1.700 atau turun 25 poin setara 1,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1.725.
Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan munculnya antrean penawaran yang relatif tebal pada beberapa level harga di atas pasar.
Sepanjang sesi perdagangan, saham TAPG dibuka di level 1.720 dan sempat bergerak mencapai harga tertinggi pada level yang sama sebelum tekanan jual mendorong harga turun hingga menyentuh level terendah di 1.680.
Harga rata-rata transaksi tercatat berada di kisaran 1.700 dengan nilai transaksi sekitar Rp29,2 miliar serta frekuensi perdagangan sekitar 5.270 kali.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan tercatat sekitar 171,88 ribu lot. Data orderbook menunjukkan total antrean bid sekitar 46.789 lot dengan frekuensi 1.067 kali, sementara antrean penawaran atau offer berada di kisaran 138.836 lot dengan frekuensi sekitar 1.150 kali.
Struktur ini memperlihatkan bahwa tekanan penawaran masih lebih besar dibandingkan permintaan pada sesi perdagangan terakhir.
Lapisan permintaan terbesar terlihat pada area 1.675 dengan antrean sekitar 9.585 lot, diikuti level 1.680 sekitar 2.634 lot serta level 1.670 sekitar 2.123 lot. Sementara itu di sisi penawaran, antrean terbesar muncul pada level 1.720 dengan sekitar 15.682 lot serta pada level 1.715 sekitar 9.653 lot.
Aksi Komisaris Borong Saham
Pergerakan harga tersebut terjadi tidak lama setelah aksi pembelian saham oleh Komisaris TAPG Arini Saraswaty Subianto. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Arini melakukan pembelian sebanyak 650.000 lembar saham TAPG pada harga Rp1.510 dan Rp1.565 per lembar saham.
Transaksi tersebut dilakukan dalam dua tahap yaitu pada 23 Februari 2026 dan 2 Maret 2026. Tujuan transaksi disebutkan sebagai investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.
Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan Arini Saraswaty Subianto di TAPG menjadi sebanyak 650.000 lembar saham atau sekitar 0,0033 persen dari total saham beredar, dibandingkan sebelumnya yang tercatat nihil.
Aksi pembelian oleh salah satu figur penting dalam kelompok usaha Triputra ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dilakukan ketika harga saham TAPG berada pada kisaran yang lebih rendah dibandingkan posisi perdagangan saat ini.
Jika dibandingkan dengan harga pembelian yang berada di rentang Rp1.510 hingga Rp1.565, posisi harga penutupan pada level 1.700 menunjukkan bahwa saham tersebut telah bergerak lebih tinggi sekitar 8 persen hingga 12 persen dari kisaran harga transaksi yang dilakukan.
Analisis Teknikal TAPG
Secara teknikal, pergerakan harga TAPG dalam beberapa sesi terakhir masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek. Koreksi yang terjadi pada sesi terakhir membawa harga bergerak mendekati area penopang yang terbentuk dalam beberapa sesi sebelumnya.
Dalam kerangka pergerakan teknikal, rentang harga 1.575 hingga 1.665 menjadi area yang sering diperhatikan pelaku pasar sebagai zona pembelian bertahap atau buy on weakness apabila harga kembali bergerak ke area tersebut.
Sementara itu area pengamanan risiko berada di bawah level 1.535 yang sering dijadikan referensi batas bawah dalam struktur pergerakan jangka pendek.
Di sisi lain, apabila harga mampu kembali bergerak naik setelah fase konsolidasi, area 1.805 hingga 1.855 menjadi rentang harga yang sering diperhatikan sebagai target pergerakan berikutnya.
Dengan posisi harga yang masih berada di kisaran tengah dari rentang konsolidasi jangka pendek, pergerakan TAPG pada awal pekan mendatang akan dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran pada area harga sekitar 1.675 hingga 1.720 yang menjadi zona transaksi aktif pada sesi perdagangan terakhir.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.