Logo
>

RUPS TRIS Setujui Dividen Rp31 Miliar, Laba 2025 Naik 33 Persen

Perseroan menyatakan pembagian ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham

Ditulis oleh Desty Luthfiani
RUPS TRIS Setujui Dividen Rp31 Miliar, Laba 2025 Naik 33 Persen
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Trisula International Tbk (TRIS) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp31 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk tahun buku 2025 yang digelar di Jakarta, 23 April 2026 kemarin.

Dividen tersebut setara dengan sekitar Rp10 per saham dan merupakan total dividen sebelum dikurangi dividen interim yang telah dibagikan pada September 2025. Perseroan menyatakan pembagian ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.

Sepanjang 2025, TRIS mencatatkan laba bersih sebesar Rp110,16 miliar atau tumbuh 33 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan mencapai Rp1,73 triliun atau meningkat 14 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Presiden Direktur TRIS, Widjaya Djohan, mengatakan pencapaian ini didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas produk serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika pasar. “Fokus kami dalam menjaga kualitas produk, yang didukung oleh kekuatan SDM serta kemampuan beradaptasi secara cepat, menjadi kunci keberhasilan TRIS. Dengan kontribusi ekspor yang semakin dominan dan pasar tujuan yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan global,” ujar Widjaya dalam keterangan tertulis Jumat, 24 April 2026.

Kontribusi ekspor tercatat mendominasi penjualan TRIS dengan porsi mencapai 60 persen. Diversifikasi pasar tujuan menjadi salah satu strategi utama perseroan dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah kondisi global.

Ke depan, TRIS menargetkan pertumbuhan melalui penguatan pasar ekspor, khususnya di kawasan Eropa dan Asia. Perseroan juga mendorong transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas portofolio produk melalui inovasi dan kustomisasi guna memperkuat segmen business to business.

PT Trisula International Tbk merupakan perusahaan tekstil dan garmen terintegrasi yang mencakup produksi kain, manufaktur, distribusi, hingga ritel. Perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 28 Juni 2012 dengan kode saham TRIS.

Dalam operasionalnya, TRIS didukung sejumlah entitas anak di sektor manufaktur garmen, serta bisnis tekstil melalui PT Trisula Textile Industries Tbk. Perseroan juga memiliki jaringan distribusi internasional dan ritel dengan merek sendiri serta lisensi global.

Manajemen menyatakan akan terus memperkuat portofolio bisnis untuk menjaga pertumbuhan pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".