KABARBURSA.COM – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp667 miliar atau Rp36 per saham.
Keputusan pembagian dividen tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Nilai dividen tersebut setara dengan 25,1 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,66 triliun.
CTRA menetapkan jadwal cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Juli, sedangkan ex dividen tunai dijadwalkan pada 7 Juli 2026.
Sedangkan untuk recording date untuk investor yang berhak menerima dividen tunai ditetapkan pada 8 Juli mendatang. Sementara di pasar tunai, cum dividen tunai CTRA dijadwalkan pada 8 Juli, serta 9 Juli 2026 untuk ex dividen tunai. Adapun pembayaran dividen tunai akan dilakukan perseroan pada 24 Juli 2026.
Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk, Candra Ciputra mengatakan, perseroan kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 di tengah dinamika industri properti.
"Tahun 2025 CTRA menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Pendapatan CTRA selama 2025 adalah Rp12,7 triliun atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,2 triliun. Dan laba bersih CTRA tercatat Rp2,7 triliun atau naik 25 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,1 triliun. Pencapaian tersebut berhasil diraih karena komitmen dan kerja keras segenap manajemen dan karyawan dalam menghadapi tantangan," ujar Candra dalam RUPST tersebut, Jumat, 26 Juni 2026.
Sepanjang 2025, emiten sektor properti tersebut meluncurkan lebih dari 12 klaster baru di sejumlah proyek unggulan, mulai dari CitraGarden Bintaro, CitraGarden City Jakarta, CitraLand Surabaya, CitraGarden Serpong, Citra City Sentul, CitraLand Gama City Medan, CitraLand The GreenLake Surabaya, hingga CitraLand Celebes Makassar.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat penjualan sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis CTRA secara berkelanjutan.
Terkait pemasaran, Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk, Aditya Ciputra Sastrawinata mengungkapkan bahwa marketing sales perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp9,5 triliun.
Angka tersebut turun 14 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp11 triliun.
Meski demikian, perseroan tetap mempertahankan target marketing sales sebesar Rp9,5 triliun pada 2026. Target ini berdasarkan pertimbangan kondisi ekonomi global dan domestik yang masih menantang.
"Target di 2026 ditetapkan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian karena melihat masih lesunya permintaan properti di beberapa wilayah akibat faktor penurunan daya beli. Namun dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bisnis properti, kami yakin mampu memenuhi target tersebut," sebut Aditya.
Menurutnya, CTRA optimis mampu mencapai target marketing sales 2026 lewat strategi yang berfokus pada pengembangan produk residensial dan diversifikasi geografis.
"Di samping itu, (target marketing sales) juga memanfaatkan program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)," kata Aditya.
Untuk mencapai target tersebut, CTRA juga akan memperkuat portofolio residensial melalui peluncuran dua proyek baru, yakni Citra Homes Halim di Jakarta dan Citra Bukit Golf Sentul di Bogor.
Selain itu, perseroan juga melanjutkan pengembangan klaster baru di berbagai kawasan. Pada kuartal I 2026, CTRA telah meluncurkan Klaster Cedarwood @Forestine di CitraGarden City Jakarta dan Klaster Hortis Phase 2 di CitraGarden Serpong.
Sementara pada semester II 2026, CTRA berencana menghadirkan Klaster Lacewood Phase 1 @The Forestine dan Klaster Solea Terrace di CitraGarden City Jakarta, Apartemen Kataluna di CitraLand City CPI Makassar, serta sejumlah proyek residensial lainnya.
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.