Logo
>

Saat Harga Sawit Angkat Kinerja LSIP, Laba Tumbuh

Penjualan meningkat 21 persen, ditopang kenaikan harga jual dan volume produk sawit meski produksi TBS inti turun 3 persen pada 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
Saat Harga Sawit Angkat Kinerja LSIP, Laba Tumbuh
Kinerja LSIP 2025 terdorong kenaikan harga sawit dan pertumbuhan penjualan produk kelapa sawit. (Foto: Dok. Lonsum)

KABARBURSA.COM – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,89 triliun pada tahun buku 2025, naik 28 persen dibandingkan 2024. Penjualan tercatat Rp5,51 triliun atau tumbuh 21 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit. Perusahaan juga mencatat peningkatan laba operasional meski produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti mengalami penurunan.

Presiden Direktur LSIP, Tan Agustinus Dermawan, mengatakan kinerja 2025 dicapai di tengah tantangan sektor agribisnis. 

“Lonsum mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2025 ditengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis yang terus berlanjut, termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketidakpastian global,” ujarnya dalam siaran pers, 27 Februari 2026.

Ia menambahkan fokus perusahaan tetap pada efisiensi dan produktivitas. “Fokus Lonsum, di antaranya, tetap pada pengendalian biaya dan efisiensi, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas serta memprioritaskan investasi modal dengan tetap menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan,” kata Tan.

Dari sisi operasional, produksi TBS inti turun 3 persen menjadi 1,14 juta ton. Namun total produksi crude palm oil (CPO) meningkat 2 persen menjadi 292 ribu ton, seiring kenaikan pasokan TBS dari eksternal.

Secara keseluruhan, produksi TBS tercatat 1,34 juta ton atau relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi TBS eksternal naik 19 persen menjadi 204 ribu ton. Rasio ekstraksi CPO berada di level 21,9 persen.

Kinerja penjualan meningkat menjadi Rp5,51 triliun dari Rp4,56 triliun pada 2024. Kenaikan terutama berasal dari produk sawit yang menjadi kontributor utama pendapatan. Volume penjualan CPO naik 4 persen menjadi 290 ribu ton, sementara penjualan produk inti sawit seperti PK, PKO, dan PKE tumbuh 12 persen menjadi 87 ribu ton.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto meningkat 14 persen menjadi Rp2,26 triliun. Margin laba bruto tercatat 41 persen. Laba usaha naik 30 persen menjadi Rp2,01 triliun dengan margin usaha sebesar 36 persen.

Laba per saham tercatat Rp277, meningkat dari Rp217 pada tahun sebelumnya. EBITDA mencapai Rp2,45 triliun atau naik 17 persen secara tahunan. Margin EBITDA berada di level 44 persen.

Pada sisi neraca, total aset LSIP per 31 Desember 2025 tercatat Rp15,54 triliun, meningkat dari Rp13,84 triliun pada akhir 2024. Kas dan setara kas naik menjadi Rp7,60 triliun dari Rp5,45 triliun.

Total liabilitas tercatat Rp1,54 triliun. Total ekuitas meningkat menjadi Rp13,99 triliun. Manajemen menyatakan LSIP tidak memiliki pendanaan melalui utang bank per 31 Desember 2025.

LSIP mengelola total area tertanam seluas 110.982 hektare hingga akhir 2025. Area tersebut terdiri atas 90.798 hektare kelapa sawit, 16.203 hektare karet, dan 3.981 hektare tanaman lainnya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.