Logo
>

Saham Himbara Jadi Sasaran Jual Asing Sesi I, Kok Bisa?

Investor asing mencatatkan net sell pada BBRI, BMRI, dan BBNI pada sesi pertama, Rabu, 1 Juli 2026.

Ditulis oleh Syahrianto
Saham Himbara Jadi Sasaran Jual Asing Sesi I, Kok Bisa?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,84 persen ke level 5.690,58 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,84 persen ke level 5.690,58 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu, 1 Juli 2026. 

Di balik pergerakan positif tersebut, investor asing melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell terhadap saham-saham perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, transaksi investor asing pada sesi ini menunjukkan angka jual bersih mencapai Rp349,01 miliar di seluruh pasar reguler dan tunai.

Dominasi Asing pada Tiga Saham Himbara

Investor asing membukukan nilai jual bersih pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp226,76 miliar dengan volume penjualan mencapai 83,86 juta lembar saham. Saham BBRI ditutup melemah 1,83 persen atau turun 50 poin ke harga Rp2.680 per lembar. 

Volume transaksi pada saham BBRI mencapai 2,02 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp545,3 miliar. Harga tertinggi saham BBRI pada sesi ini tercatat sebesar Rp2.750, sedangkan harga terendah berada di level Rp2.680.

Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp162,54 miliar dengan volume 42,43 juta lembar saham. Saham BMRI ditutup di harga Rp3.830, melemah 0,52 persen atau turun 20 poin. 

Aktivitas perdagangan saham BMRI mencatat volume 810,34 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp310,4 miliar. Harga tertinggi saham BMRI menyentuh level Rp3.880, sementara harga terendah berada pada posisi Rp3.810.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut menjadi sasaran jual asing dengan nilai bersih Rp50,65 miliar dan volume penjualan 16,20 juta lembar saham. Saham BBNI ditutup turun 1,58 persen atau 50 poin ke harga Rp3.110 per lembar. 

Pergerakan harga BBNI sepanjang sesi pertama mencatat volume 311,48 ribu lot dengan nilai transaksi Rp97,4 miliar. Harga tertinggi saham BBNI berada di level Rp3.180, sementara harga terendah tercatat Rp3.090.

Aksi jual bersih asing juga menekan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai Rp57,60 miliar dan volume 33,66 juta lembar. 

Selain itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat nilai jual bersih asing sebesar Rp24,20 miliar melalui volume 15,94 juta lembar saham. 

Data perdagangan menunjukkan total foreign sell mencapai Rp2,27 triliun dibandingkan total foreign buy yang hanya sebesar Rp1,92 triliun.

Arus Keluar Modal dan Transaksi Sesi I

Besaran nilai jual bersih investor asing sebesar Rp349,01 miliar tercatat sebagai fakta pergerakan modal pada sesi pertama hari ini. Data perdagangan pasar menunjukkan total nilai transaksi keseluruhan sesi I mencapai Rp5.585,1 miliar dengan volume mencapai 103,17 juta lot. 

Aktivitas perdagangan ini melibatkan sejumlah broker dengan volume transaksi tinggi yang memfasilitasi jalannya bursa.

UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi broker dengan nilai transaksi tertinggi pada sesi ini mencapai Rp1,7 triliun. Stockbit Sekuritas Digital (XL) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,49 triliun, disusul oleh Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai Rp1,48 triliun. 

Pergerakan broker-broker tersebut mencerminkan partisipasi pasar yang cukup aktif dalam mengakomodasi transaksi investor.

Dinamika Saham Lain dalam Indeks

Di tengah aksi jual pada saham Himbara, investor asing melakukan akumulasi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp155,22 miliar dengan volume 27,37 juta lembar. 

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga dibeli asing dengan nilai Rp31,51 miliar dan volume 55,71 juta lembar. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan beli bersih sebesar Rp25,49 miliar dengan volume 18,54 juta lembar.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSSA) dibeli investor asing senilai Rp24,52 miliar dengan volume 30,11 juta lembar saham. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut dibeli dengan nilai Rp17,50 miliar dan volume 5,45 juta lembar. 

IHSG sendiri dibuka pada level 5.640,61 sebelum bergerak menuju level tertinggi harian di 5.728,22 dan level terendah di 5.607,45.

Aksi akumulasi pada saham-saham tersebut membantu menjaga pergerakan indeks agar tetap berada di zona hijau. Data perdagangan sesi pertama menunjukkan bahwa meskipun terjadi distribusi besar pada sektor perbankan, perputaran nilai transaksi tetap terjaga. Pergerakan harga pada saham-saham pilihan tersebut menjadi bagian dari dinamika harian bursa saham.

Data teknikal menunjukkan IHSG berhasil mempertahankan posisinya setelah dibuka pada level 5.640,61. Level tertinggi pada sesi I sebesar 5.728,22 menunjukkan adanya upaya dorongan beli dari pelaku pasar. 

Sementara itu, level terendah pada angka 5.607,45 menjadi titik balik bagi pergerakan indeks.

Posisi saham BBRI pada akhir sesi pertama berada di level Rp2.680. Saham BMRI tercatat di level Rp3.830 pada saat penutupan sesi I. Saham BBNI berada pada posisi harga Rp3.110 per lembar. 

Keseluruhan transaksi pasar pada sesi I mencapai nilai total Rp5.585,1 miliar dengan total volume 103,17 juta lot.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.