KABARBURSA.COM – Saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menguat pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Penguatan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap kinerja laba perseroan yang mulai membaik pada awal tahun ini.
Hingga pukul 15.45 WIB, saham MBAP naik 70 poin atau 4,52 persen ke level 1.620. Kenaikan tersebut terjadi dengan volume perdagangan mencapai 353.600 saham atau di atas rata-rata volume harian sekitar 211.828 saham. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp551,9 juta dengan frekuensi perdagangan sebanyak 210 kali.
Secara intraday, saham MBAP sempat bergerak menyentuh level tertinggi 1.700 sebelum kembali terkonsolidasi di area 1.620. Sementara level terendah perdagangan berada di posisi 1.500.
Penguatan saham MBAP terjadi di tengah kondisi fundamental yang masih menunjukkan perbaikan laba bersih pada kuartal I-2026.
Berdasarkan data keuangan terakhir, MBAP membukukan laba bersih sekitar Rp30 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26 miliar.
Meski demikian, secara trailing twelve months (TTM), laba bersih perseroan masih tercatat relatif tipis di kisaran Rp28 miliar dengan pendapatan sekitar Rp2,67 triliun.
Dari sisi profitabilitas, gross profit margin kuartalan MBAP tercatat sekitar 21,61 persen, sedangkan net profit margin berada di level 3,79 persen.
Perseroan juga masih menjaga posisi neraca yang relatif konservatif. MBAP tercatat memiliki kas sekitar Rp1,74 triliun dengan total utang sekitar Rp606 miliar. Debt to equity ratio (DER) kuartalan berada di level 0,19 kali.
Namun, arus kas operasional perseroan masih berada di area negatif. Cash flow from operations TTM tercatat minus Rp128 miliar, sedangkan free cash flow tercatat negatif sekitar Rp539 miliar.
Berdasarkan data valuasi, saham MBAP saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PE) annualized sekitar 16,82 kali dan price to book value (PBV) sekitar 0,63 kali. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat sekitar Rp1,98 triliun.
Pergerakan saham MBAP sendiri masih cenderung fluktuatif dalam jangka menengah. Secara year to date, saham ini masih menguat sekitar 2,21 persen. Namun dalam satu tahun terakhir, saham MBAP tercatat turun sekitar 19,80 persen. Dalam tiga tahun terakhir, saham ini juga melemah lebih dari 66 persen.
Di sisi korporasi, MBAP baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk menyisihkan Rp22,2 miliar sebagai cadangan wajib. Sisa laba bersih akan digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha perseroan serta anak usaha.
RUPST juga menyetujui pengangkatan Deden Ramdhan sebagai komisaris baru perseroan. Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris MBAP kini terdiri atas Doddy Sumantyawan Hadidojo Soedaryo sebagai Komisaris Utama, Deden Ramdhan sebagai Komisaris, dan Abdullah Farid Siddik sebagai Komisaris Independen.
Sementara susunan direksi tetap diisi Khoirudin sebagai Direktur Utama bersama Yulius Leonardo, Helmy Paramaditya, dan Dani Prastiadi sebagai direktur perseroan. (*)