KABARBURSA.COM – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menyiapkan aksi pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:25 guna meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memperluas akses investor ritel ke saham perseroan.
Melalui aksi tersebut, jumlah saham MLPT akan meningkat dari 1,87 miliar lembar menjadi 46,87 miliar lembar saham.
Rencana stock split tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham tertanggal 21 Mei 2026.
Perseroan menyebut akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
Dalam dokumen keterbukaan informasi, MLPT menjelaskan stock split dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel.
“Pemecahan saham (Stock Split) dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan serta menjadikan harga saham Perseroan lebih terjangkau bagi para investor ritel, sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah pemegang saham Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Perseroan menyebut pelaksanaan stock split diharapkan memberikan sejumlah manfaat, mulai dari membantu pengendalian volatilitas saham, meningkatkan likuiditas perdagangan, menarik investor baru, hingga memperluas akses investor ritel terhadap saham MLPT.
Dalam rencana tersebut, MLPT akan melakukan stock split terhadap saham biasa atas nama dengan rasio 1:25. Jumlah saham sebelum stock split tercatat sebanyak 1.875.000.000 saham dan akan meningkat menjadi 46.875.000.000 saham setelah stock split. Sementara nilai nominal saham akan berubah dari Rp100 per saham menjadi Rp4 per saham.
Kinerja Saham MLPT
Di pasar reguler, saham MLPT pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 ditutup melemah 25 poin atau 0,13 persen ke level 19.200. Nilai transaksi saham tercatat sekitar Rp320,6 juta dengan frekuensi perdagangan sebanyak 87 kali dan volume mencapai 168 lot.
Pergerakan saham MLPT dalam beberapa bulan terakhir juga masih berada di bawah tekanan. Secara year to date, saham MLPT tercatat terkoreksi sekitar 69,23 persen. Dalam tiga bulan terakhir, saham ini juga melemah sekitar 45,18 persen dan turun sekitar 28,89 persen dalam satu bulan terakhir.
Meski demikian, secara jangka panjang saham MLPT masih mencatat kenaikan signifikan. Dalam tiga tahun terakhir, saham ini tercatat melonjak lebih dari 949 persen, sedangkan dalam lima tahun terakhir naik lebih dari 1.082 persen.
Dari sisi fundamental, MLPT membukukan pendapatan trailing twelve months (TTM) sekitar Rp3,89 triliun dengan laba bersih sekitar Rp303 miliar. Pada kuartal I-2026, laba bersih perseroan tercatat sekitar Rp30 miliar, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp64 miliar.
Sementara itu, pendapatan kuartal I-2026 tercatat masih tumbuh sekitar 6,42 persen secara tahunan. Namun pertumbuhan laba bersih kuartalan mengalami penurunan sekitar 53,20 persen secara year on year.
Berdasarkan data valuasi, saham MLPT saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PE) annualized sekitar 302,74 kali dan price to book value (PBV) sekitar 45,92 kali. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat sekitar Rp36 triliun.
Perseroan menegaskan pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak maupun nilai kepemilikan pemegang saham karena penyesuaian dilakukan secara proporsional. Struktur kepemilikan saham juga disebut tetap terjaga setelah aksi korporasi tersebut.
MLPT juga menyatakan telah memperoleh persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana stock split tersebut melalui surat tertanggal 11 Mei 2026.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan perseroan, perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi akan berakhir pada 28 Juli 2026. Selanjutnya, perdagangan saham dengan nilai nominal baru dijadwalkan mulai berlaku pada 29 Juli 2026.(*)