Logo
>

SGRO Siapkan Pelunasan Obligasi di Fase Tender Offer

Pelunasan Rp205,20 miliar jatuh tempo 17 Maret 2026 dilakukan berdekatan dengan pembayaran tender offer 34,27 persen saham, sementara SGRO terkoreksi 5,15 persen di sesi intraday.

Ditulis oleh Yunila Wati
SGRO Siapkan Pelunasan Obligasi di Fase Tender Offer
Di tengah harga sawit yang sedang tersungkur dan aksi tender offer, SGRO siapkan dana untuk pelunasan obligasi. (Foto: Dok Sampoerna Agro Tbk)

KABARBURSA.COM – PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menyatakan kesiapan dana untuk melunasi kewajiban obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo pada 17 Maret 2026, dengan total nilai Rp205,20 miliar. 

Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 24 Februari 2026.

Adapun dana yang disiapkan mencakup pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 Seri B sebesar Rp46,95 miliar serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 Seri B senilai Rp158,25 miliar. 

Kedua instrumen tersebut akan jatuh tempo pada 17 Maret 2026, sehingga penyediaan dana dilakukan sebelum tanggal pelunasan efektif.

Kewajiban senilai Rp205,20 miliar tersebut merupakan pelunasan pokok, bukan restrukturisasi atau perpanjangan tenor. Dengan demikian, setelah pembayaran dilakukan, kedua seri instrumen utang itu akan berakhir sesuai jadwal jatuh temponya. 

Surat pemberitahuan juga ditembuskan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta PT Bank Permata Tbk selaku wali amanat, sejalan dengan ketentuan keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan.

Fase Tender Offer

Pengumuman pelunasan ini berlangsung dalam fase tender offer saham SGRO yang telah berjalan sejak 21 Januari 2026 dan berakhir pada 19 Februari 2026, dengan harga penawaran Rp7.903 per saham. 

Jumlah saham yang menjadi objek tender offer mencapai 623.326.800 saham atau setara 34,27 persen dari total saham beredar. Tanggal pembayaran tender offer dijadwalkan pada 3 Maret 2026.

Secara kronologis, jadwal pelunasan obligasi dan sukuk yang jatuh tempo pada 17 Maret 2026 berada setelah periode akhir tender offer dan setelah tanggal pembayaran hasil tender. 

Dengan demikian, fase transisi kepemilikan saham melalui mekanisme penawaran tender dan kewajiban pelunasan instrumen utang terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan pada kuartal pertama 2026.

Transaksi Intraday SGRO 

Di tengah dinamika korporasi tersebut, pergerakan saham SGRO pada perdagangan intraday menunjukkan tekanan harga dengan likuiditas yang relatif terbatas. Hingga sesi berjalan, Selasa, 24 Februari 2026, saham berada di level 5.525 atau turun 300 poin setara 5,15 persen dari penutupan sebelumnya di 5.825. 

Harga dibuka di 5.825, sempat menyentuh level tertinggi 5.975, dan turun hingga menyentuh 5.450 sebagai level terendah intraday.

Nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,7 miliar dengan volume 4,65 ribu lot, mencerminkan aktivitas perdagangan yang tidak besar dibanding saham berkapitalisasi menengah pada umumnya. Rata-rata harga berada di 5.715, lebih tinggi dari harga terakhir, menunjukkan sebagian transaksi terjadi di area atas sebelum tekanan jual mendorong harga ke bawah.

Struktur order book memperlihatkan total antrean beli sebesar 1.880 lot dengan frekuensi 142 kali, sedikit lebih besar dibanding antrean jual 1.622 lot dengan frekuensi 109 kali. Pada level 5.525 sebagai harga penawaran terdekat tercatat 20 lot, sementara di sisi bid pada 5.500 terdapat 38 lot. 

Lapisan bid dan offer terlihat relatif tipis dan tersebar bertahap di rentang 5.300 hingga 5.800, menggambarkan kedalaman pasar yang terbatas dalam sesi berjalan.

Jadi, penyediaan dana pelunasan sebelum jatuh tempo menunjukkan kesiapan likuiditas untuk memenuhi kewajiban keuangan sesuai jadwal. Dalam struktur permodalan, pelunasan Rp205,20 miliar tersebut akan mengurangi posisi liabilitas jangka panjang perusahaan pada saat instrumen tersebut berakhir.

Dalam konteks korporasi yang sedang berada dalam fase tender offer dengan porsi saham yang ditawarkan mencapai 34,27 persen, langkah pelunasan kewajiban obligasi dan sukuk ini terjadi pada periode yang sama ketika struktur kepemilikan saham berada dalam proses perubahan. 

Kedua peristiwa tersebut membentuk dinamika korporasi yang berlangsung simultan pada awal 2026, yakni transisi kepemilikan saham melalui tender offer dan penyelesaian kewajiban utang yang jatuh tempo sesuai jadwal.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79