KABARBURSA.COM – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) memutuskan membagikan dividen sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pertumbuhan jangka panjang.
“Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen kami dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus menjaga struktur permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan,” ujar Henoch dalam keterangan resmi dikutip, Jumat, 24 April 2026.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 23 April 2026, perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sekitar Rp101,11 miliar atau setara Rp9,49 per saham. Nilai tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2025.
Dengan porsi pembagian sebesar 20 persen, sebagian besar laba bersih perusahaan dialokasikan sebagai laba ditahan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kekuatan modal di tengah kebutuhan ekspansi bisnis dan dinamika industri perbankan yang terus berubah.
Selain keputusan terkait dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya. Salah satunya adalah perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan.
Henoch menjelaskan perubahan tersebut diarahkan untuk memperkuat fokus bisnis, khususnya pada segmen wholesale banking dan commercial banking, termasuk pengelolaan portofolio dan hubungan dengan nasabah korporasi.
Dari sisi kinerja, SMBC Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025 untuk entitas bank saja. Sementara itu, total aset secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun atau tumbuh sekitar 2 persen secara tahunan.
Rapat juga mengesahkan laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan, serta menyetujui pembaruan rencana aksi pemulihan (recovery plan) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan menghadapi berbagai kondisi ekonomi.
Dengan kombinasi pembagian dividen dan penahanan laba, kebijakan ini mencerminkan pendekatan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara distribusi keuntungan dan penguatan fondasi bisnis.(*)