Logo
>

SOCI Bidik Rp3 Triliun dari Sukuk, Ekspansif atau Berisiko?

Soechi Lines bersiap menerbitkan Sukuk Ijarah Rp3 triliun di tengah beban utang bank USD131,81 juta dan agenda ekspansi armada kapal tanker baru.

Ditulis oleh Syahrianto
SOCI Bidik Rp3 Triliun dari Sukuk, Ekspansif atau Berisiko?
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) bersiap menghimpun dana jumbo senilai Rp3 triliun melalui penerbitan Sukuk Ijarah. (Foto: Dok. Soechi Lines)

KABARBURSA.COM – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) bersiap menghimpun dana jumbo senilai Rp3 triliun melalui penerbitan Sukuk Ijarah. 

Aksi korporasi ini mencuat di tengah langkah perseroan yang baru saja melakukan penyesuaian Anggaran Dasar, memicu tanda tanya besar di pasar modal: apakah dana tersebut menjadi modal ekspansi ambisius atau sekadar strategi penataan ulang beban utang yang kian membengkak.

Mengupas Struktur Modal: Beban Utang, Ekspansi Bisnis, dan Agunan Sukuk

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, SOCI memikul total liabilitas sebesar USD183,78 juta. Struktur liabilitas perseroan ini terbagi atas kewajiban jangka pendek sebesar USD87,37 juta dan kewajiban jangka panjang sebesar USD96,40 juta.

Komponen utama yang membebani arus kas operasional perseroan adalah fasilitas pinjaman bank yang totalnya mencapai USD131,81 juta. Jika dibedah lebih dalam, tekanan likuiditas terlihat dari besarnya porsi pinjaman bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (jangka pendek), yakni mencapai USD55,44 juta. Sementara itu, sisa pinjaman bank bagian jangka panjang tercatat sebesar USD76,37 juta.

Kewajiban kepada perbankan ini didominasi oleh pinjaman sindikasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar USD65,69 juta dan PT Bank Central Asia Tbk sebesar USD21,89 juta. Selain itu, terdapat pinjaman berjangka dari PT Bank OCBC NISP Tbk senilai USD17,48 juta, fasilitas pendanaan umum dari PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk sebesar USD14,74 juta, serta fasilitas pinjaman rupiah dari Bank Mandiri yang setara dengan USD6,44 juta.

Tingginya tumpukan utang ini berdampak langsung pada tergerusnya margin keuntungan perusahaan. 

Sepanjang kuartal pertama 2026, SOCI harus menanggung total beban keuangan sebesar USD2,94 juta, di mana USD2,45 juta di antaranya murni merupakan beban bunga atas pinjaman bank. Sebagai gambaran, laba usaha perseroan pada periode yang sama tercatat sebesar USD8,57 juta. Data ini mengonfirmasi bahwa lebih dari sepertiga laba operasional perseroan habis terserap hanya untuk menutupi biaya keuangan.

Di tengah posisi kas dan setara kas (kas bebas yang tidak dibatasi penggunaannya) yang tercatat hanya sebesar USD8,79 juta per 31 Maret 2026, penerbitan Sukuk Ijarah dengan target dana hingga Rp3 triliun hadir sebagai instrumen pendanaan yang sangat krusial.

Berdasarkan prospektus resmi perusahaan, tujuan penggalangan dana jumbo ini secara tegas dibagi menjadi dua fokus: restrukturisasi utang (refinancing) dan ekspansi armada. 

Pada penerbitan Tahap I senilai Rp134,85 miliar, seluruh dana (setelah dikurangi biaya emisi) dialokasikan murni untuk refinancing. Melalui skema pengalihan hak manfaat armada kapal antar-entitas anak, dana ini pada akhirnya bermuara pada pelunasan sebagian pokok utang pinjaman sindikasi anak usaha perseroan, yakni PT Putra Utama Line (PUL), kepada Bank Mandiri dan BCA guna melonggarkan ruang likuiditas.

Namun, sisa target dana pada tahap-tahap penerbitan selanjutnya (Tahap II hingga Tahap IV) yang nilainya mencapai triliunan rupiah, secara spesifik telah dialokasikan oleh manajemen untuk belanja modal (capital expenditure). 

Dana jumbo tersebut direncanakan untuk membiayai pembelian sejumlah kapal tanker baru berjenis Medium Range (MR) dan Aframax guna memperkuat kapasitas volume muatan armada perseroan.

Langkah penggalangan dana dan rencana ekspansi ini sejalan dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Juni 2026 yang menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha perusahaan agar selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. 

Terkait hal tersebut, Corporate Secretary SOCI, Paula Marlina, dalam keterbukaan informasinya menyatakan bahwa penyesuaian dilakukan semata-mata untuk mematuhi regulasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai klasifikasi industri. 

Meski demikian, para pelaku pasar mencermati penyesuaian regulasi ini sebagai landasan formal kesiapan perseroan merambah atau memperbesar cakupan operasi bisnisnya pasca-pembelian kapal-kapal baru dari dana Sukuk nantinya.

Dari sisi metrik keamanan investasi, Sukuk Ijarah ini berhasil mengantongi peringkat tertinggi, yakni idAAA (sy)(sf) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Namun, investor tetap perlu mencermati bahwa aset yang menjadi dasar (underlying asset) penerbitan Sukuk ini adalah hak manfaat armada kapal tanker (SC Sapphire) yang merupakan tulang punggung operasi perusahaan. 

Catatan laporan keuangan juga secara transparan menunjukkan bahwa mayoritas armada kapal, piutang usaha, hingga aset galangan kapal perseroan telah lebih dulu diikat sebagai jaminan atau agunan atas fasilitas pinjaman sindikasi perbankan yang eksis saat ini.

Dinamika manajemen kas SOCI menjadi bagian yang menarik untuk dianalisis menyusul keputusan manajemen yang tetap mendistribusikan kas kepada pemegang saham di tengah tingginya kewajiban finansial. Perseroan telah mengumumkan pembagian dividen tunai senilai total Rp14,11 miliar (Rp2 per saham) yang dijadwalkan cair pada 24 Juli 2026. 

Rangkaian angka ini memberikan gambaran yang utuh mengenai ketatnya manuver struktur modal perseroan: menyeimbangkan antara penyelesaian utang perbankan yang mendesak, mengeksekusi ambisi ekspansi melalui dana Sukuk, sekaligus tetap mempertahankan daya tarik sahamnya melalui pembagian dividen.

Analisis Teknis Pergerakan Saham SOCI

Sentimen pasar terhadap langkah korporasi ini terefleksi dalam volatilitas harga saham SOCI sepanjang periode 2 Juni hingga 2 Juli 2026. 

Harga saham sempat menyentuh level tertinggi di Rp416 pada awal Juni, namun mengalami koreksi signifikan hingga sempat berada di level Rp268 pada 8 Juni 2026.

Pada perdagangan 2 Juli 2026, saham SOCI ditutup di level Rp316, naik 1,94 persen dari penutupan sebelumnya. 

Frekuensi transaksi harian yang mencapai ribuan kali dengan volume rata-rata di atas 30 juta hingga ratusan juta lembar menunjukkan tingkat likuiditas yang tinggi, sekaligus mencerminkan tingginya minat pelaku pasar dalam merespons informasi mengenai Sukuk dan perubahan Anggaran Dasar perseroan.

Jadwal Operasional Sukuk Ijarah

Bagi investor yang berminat pada Sukuk Ijarah ini, berikut adalah jadwal tahapan penawaran umum:

  • Masa Penawaran Umum: 2–3 Juli 2026
  • Tanggal Penjatahan: 6 Juli 2026
  • Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 8 Juli 2026
  • Tanggal Distribusi Elektronik: 8 Juli 2026
  • Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 9 Juli 2026(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.