KABARBURSA.COM - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI) akan mengalihkan aset hotel yakni The Royale Krakatau Hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (PT HIN).
Sebagai informasi, PT KSI merupakan perusahaan Terkendali KRAS dengan kepemilikan saham sebesar 99 persen secara langsung. Sedangkan PT HIN merupakan pihak afiliasi dari KRAS, di mana PT HIN dimiliki oleh Negara Republik Indonesia sebesar 0,01 persen dan InJourney sebesar 99,99 persen.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 2 Juli 2026, nilai transaksi pengalihan aset tersebut sebesar Rp312 miliar atau setara 2,58 persen dari ekuitas KRAS berdasarkan laporan keuangan tahunan yang diaudit per 31 Desember 2025, yang tercatat sebesar USD725.509.000.
Manajemen KRAS menyampaikan, transaksi tersebut dilakukan dalam rangka konsolidasi hotel Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.
Sebagai kompensasi atas pemisahan aset hotel ini, PT HIN bakal menerbitkan saham baru Seri C yang akan diambil oleh PT KSI berdasarkan nilai yang disepakati para pihak.
Pengaruh Terhadap Kondisi Keuangan KRAS
Berdasarkan analisis yang dihimpun dalam keterbukaan informasi, transaksi pemisahan hotek ini ternyata memberikan dampak terhadap kondisi keuangan KRAS.
Aset KRAS mengalami penurunan tipis sebesar 0,02 persen menjadi USD2.765.390 yang sebelumnya sebesar USD2.765.81. Di sisi lain, liabilitas emiten pelat merah ini ikut terkerek dari sebelum transaksi senilai USD2.040.304 menjadi USD2.042.880.
Akibat peruabahan itu, ekuitas KRAS mengalami penyusutan menjadi USD722.510 dari sebelumnya transaksi yang senilai USD725.509.
Transaksi tersebut juga berdampak terhadap performa laba-rugi KRAS.Penjualan bersih diproyeksikan menurun dari USD959.839 menjadi USD955.403.
Sementara itu, beban pokok penjualan KRAS dinilai akan berkurang menjadi USD905.039 dari sebelumnya USD909.094. Dengan begitu, laba bersih Perseroan mengalami penurunan tipis dari USD339.640 menjadi USD339.595 setelah transaksi dilaksanakan.
Melalui pengalihan ini, pengelolaan unit usaha perhotelan akan diintegrasikan secara penuh ke dalam ekosistem PT HIN di bawah naungan holding pariwisata dan pendukung (InJourney).
Tujuan Pengalihan Aset
Manajemen KRAS menyampaikan, hal tersebut ditujukan untuk menciptakan sinergi operasional yang kuat, meningkatkan standar pelayanan, serta memastikan bahwa aset akomodasi tersebut dikelola oleh entitas yang memiliki keahlian inti dan jaringan luas di industri pariwisata nasional.
"Sehingga mampu memberikan nilai tambah (value creation) yang lebih optimal bagi seluruh pemegang saham," tulis manajemen KRAS.
Di sisi lain, transaksi pemisahan ini dinilai bakal memberikan ruang strategis yang signifikan bagi PT KSI untuk melakukan pemurnian bisnis.
Dengan dilepaskannya portofolio non-inti di bidang perhotelan, PT KSI dapat mengonsentrasikan seluruh sumber daya, modal, dan kapabilitas manajemennya secara fokus pada pengembangan pilar bisnis utamanya yaitu pengelolaan kawasan industri terintegrasi, penyediaan infrastruktur mendasar, serta layanan logistik strategis.
Menurut manajemen KRAS, fokus yang lebih tajam ini diharapkan dapat memacu akselerasi pertumbuhan performa komersial PT KSI, meningkatkan efisiensi alokasi modal, dan pada akhirnya memperkuat posisi PT KSI sebagai penyedia solusi infrastruktur industri yang kompetitif dan berkelanjutan. (*)