KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, di zona hijau. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 17,23 poin atau 0,30 persen ke level 5.712,34.
Pada awal sesi, IHSG bergerak di rentang 5.704,50 hingga 5.722,52. Nilai transaksi di seluruh pasar pada sesi I pagi ini mencapai Rp262,70 miliar dengan volume perdagangan 3,61 juta lot dari 34,84 ribu kali transaksi.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan didorong oleh mayoritas indeks sektoral yang bergerak menguat. Sektor industri memimpin kenaikan dengan penguatan 1,07 persen, disusul sektor bahan baku sebesar 0,84 persen, transportasi 0,62 persen, properti 0,30 persen, keuangan 0,21 persen, barang konsumsi siklikal 0,16 persen, dan kesehatan 0,03 persen.
Di sisi lain, sektor energi terkoreksi 0,29 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,27 persen serta sektor barang konsumsi nonprimer yang turun 0,14 persen. Sementara itu, sektor teknologi bergerak relatif datar.
Pada jajaran top gainers, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) memimpin kenaikan setelah melonjak 29,07 persen ke level 222. Posisi berikutnya ditempati PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang naik 24,80 persen ke level 312, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) menguat 11,21 persen ke level 129, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) bertambah 9,43 persen ke level 174, serta PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) yang meningkat 7,95 persen ke level 95.
Sebaliknya, daftar top losers dipimpin oleh PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang turun 9,03 persen ke level 655. Pelemahan juga dialami PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) sebesar 8,22 persen ke level 67, PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melemah 7,50 persen ke level 111, PT Super Energy Tbk (SURE) turun 6,94 persen ke level 2.680, dan PT Buana Finance Tbk (BBLD) terkoreksi 6,42 persen ke level 510.
Berpotensi Koreksi
Sementara itu IHSG diperkirakan masih dibayangi potensi koreksi meski berhasil ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai investor perlu mencermati dua skenario yang masih terbuka dalam pergerakan indeks. Dalam riset hariannya, Herditya menjelaskan secara teknikal posisi IHSG masih berada pada fase yang cukup krusial.
“IHSG menguat 0,92 persen ke 5.695 disertai dengan munculnya volume pembelian. Best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540. Namun, cermati skenario merah di mana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Berdasarkan analisis tersebut, level support IHSG berada di area 5.486 dan 5.317. Sementara itu, area resistance diperkirakan berada pada level 6.007 hingga 6.286.(*)