KABARBURSA.COM - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menggandeng Mondi Group melalui anak usahanya, Mondi Industrial Bags (MIB).
Kerja sama ini dijalin sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya produksi di tengah tekanan industri semen. Kolaborasi ini difokuskan untuk memastikan ketersediaan kantong semen sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perseroan.
Perseroan menyatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasional di tengah dinamika industri yang menuntut efisiensi biaya.
“Untuk memenuhi kebutuhan kantong semen ITP di masa mendatang dan untuk mencapai efisiensi dalam produksi kantong semen melalui kerjasama dengan MIB (bagian dari Mondi Grup, pemimpin global dalam industri kemasan dan kertas yang berkelanjutan),” tulis perseroan dikutip dari keterbukaan informasi publik, Kamis, 16 April 2026.
Kolaborasi ini menempatkan pengadaan kantong semen sebagai salah satu komponen penting dalam struktur biaya produksi. Dengan menggandeng mitra global di bidang kemasan, INTP berupaya mengoptimalkan rantai pasok sekaligus mengurangi potensi tekanan biaya yang berasal dari sisi operasional.
Di tengah kondisi industri semen yang kompetitif, efisiensi menjadi faktor kunci dalam menjaga margin. Langkah INTP ini mencerminkan pendekatan perseroan yang lebih fokus pada penguatan internal, dibandingkan ekspansi agresif, dengan menekan biaya produksi dan memastikan stabilitas pasokan bahan pendukung.
Sementara itu, pergerakan saham INTP menunjukkan kecenderungan menguat dalam jangka pendek. Pada perdagangan terakhir, saham INTP berada di level 5.425, dengan kenaikan 0,93 persen secara harian dan menguat 2,36 persen dalam sepekan. Secara intraday, saham ini sempat bergerak di rentang 5.375 hingga 5.450.
Dari sisi orderbook, antrean beli terlihat berada di kisaran 5.300 hingga 5.425, sementara antrean jual berada di rentang 5.450 hingga 5.675. Level 5.450 tercatat beberapa kali menjadi area penahan penguatan dalam jangka pendek.
Dalam periode satu bulan, saham INTP sempat melemah hingga menyentuh area 5.025 sebelum kembali bergerak ke atas 5.400. Pergerakan ini menunjukkan fase pemulihan bertahap, seiring respons pasar terhadap langkah strategis perseroan dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi.(*)