Logo
>

Terkoreksi 12,90 Persen Sepekan, Valuasi Tinggi BUMI Mulai Diuji?

Merujuk data Stockbit, saham BUMI saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 60,09 kali

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Terkoreksi 12,90 Persen Sepekan, Valuasi Tinggi BUMI Mulai Diuji?
Saham BUMI terkoreksi signifikan dalam sepekan. (Foto: dok Bumi Resources)

KABARBURSA.COM – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami tekanan dalam sepekan periode 20-24 April 2026 usai anjlok 12,90 persen ke level Rp216. Koreksi ini terjadi di tengah valuasi yang masih tergolong tolong tinggi.

Merujuk data Stockbit, saham BUMI saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 60,09 kali. Selain itu, rasio EV/EBITDA juga tercatat tinggi di level 34,80 kali, price to sales (P/S) 3,42 kali dan price to book value (PBV) 2,97 kali. Level valuasi ini dinilai masih tergolong premiun.

Namun dari sisi kinerja, indikator profitabilitas BUMI masih relatif terbatas. Return on equity (ROE) perusahaan sebesar 4,94 persen dan return on assets (ROA) sebesar 1,89 persen.

Meski demikian, margin operasional masih cukup terjaga. Gross profit margin tercatat 22,66 persen, operating profit margin 14,70 persen, dan net profit margin 13,32 persen.

Di sisi lain, struktur keuangan tergolong cukup sehat, dengan debt to equity ratio di level 0,28 serta current ratio dan quick ratio masing-masing sebesar 1,25.

Adapun secara bulanan, saham BUMI masih melemah 4,42 persen, sementara dalam tiga bulan terakhir koreksinya mencapai 40 persen. Pelemahan tersebut semakin mencolok jika dilihat sejak awal tahun.

Secara year to date (YTD), saham BUMI telah turun hingga 40,98 persen. Meski demikian, dalam perspektif yang lebih panjang, saham ini masih mencatatkan kinerja positif.

Dalam enam bulan terakhir, BUMI sempat menguat 61,19 persen. Bahkan dalam satu tahun, saham ini melonjak lebih dari 101 persen. Tren kenaikan juga terlihat dalam rentang tiga tahun, lima tahun, hingga 10 tahun dengan masing-masing penguatan 77,05 persen, 232,31 persen, dan 332 persen.

Diberitakan sebelumnya, BUMI mencatat lonjakan laba sepanjang 2025.  Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari keterbukaan informasi publik, BUMI membukukan laba tahun berjalan sebesar USD122,3 juta pada 2025.

Jumlah ini meningkat dari USD90,1 juta pada 2024. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai USD1,42 miliar, serta perbaikan signifikan pada laba usaha yang melonjak menjadi USD141,3 juta dari sebelumnya US$61,0 juta.

Bahkan, laba bruto meningkat menjadi USD249,1 juta, dari USD169,2 juta pada tahun sebelumnya.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.