KABARBURSA.COM – Lima saham mencatat pelemahan terdalam pada perdagangan terakhir, Jumat, 13 Februari 2026 dan masuk daftar top losers. Dua di antaranya mengalami koreksi dua digit disertai volume besar dalam satu sesi perdagangan.
PT Hillcon Tbk (HILL) turun 13,98 persen ke level 80. Saham ini membukukan nilai transaksi Rp20,54 miliar dengan volume 2,55 juta lot dan frekuensi 8.460 kali.
PT Logindo Samudramakmur Tbk (LAPD) melemah 12,84 persen ke harga 129. Nilai transaksi mencapai Rp30,70 miliar dengan volume 2,24 juta lot dan frekuensi 18.480 kali.
Dua saham tersebut menjadi yang paling aktif secara volume di antara daftar top losers. Nilai transaksi keduanya berada pada kisaran puluhan miliar dalam satu hari perdagangan.
Sementara itu, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memimpin penurunan terdalam setelah terkoreksi 14,93 persen ke level 1.510. Nilai transaksi tercatat Rp1,06 miliar dengan volume 6.730 lot dan frekuensi 1.130 kali.
PT Satria Antaran Prima Tbk (SOTS) turun 14,91 persen ke harga 1.940. Nilai transaksi mencapai Rp877,46 juta dengan volume 4.520 lot dan frekuensi 398 kali.
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YPAS) melemah 10,29 persen ke level 610. Nilai transaksi tercatat Rp849,39 juta dengan volume 13.140 lot dan frekuensi 909 kali.
Jika dibandingkan, perbedaan nilai transaksi terlihat signifikan. HILL dan LAPD mencatat volume jutaan lot, sedangkan tiga saham lainnya hanya ribuan hingga belasan ribu lot.
Dari sisi arus dana asing, HILL membukukan net foreign buy sebesar 11,87 juta lot. IFSH juga mencatat net foreign buy 2,04 juta lot pada sesi yang sama.
Sebaliknya, LAPD mencatat net foreign sell sebesar 4,06 juta lot. YPAS mencatat net foreign sell 54.020 lot, sementara SOTS tidak menunjukkan transaksi asing signifikan.
Frekuensi transaksi juga menunjukkan aktivitas berbeda. LAPD mencatat 18.480 kali transaksi, tertinggi di antara daftar top losers.
Data ini menunjukkan bahwa koreksi harga tidak selalu disertai penurunan aktivitas perdagangan. Pada dua saham dengan volume besar, tekanan harga justru terjadi bersamaan dengan likuiditas tinggi.
Kondisi tersebut mencerminkan adanya perpindahan kepemilikan dalam jumlah signifikan pada harga yang lebih rendah. Nilai dan volume transaksi dalam satu sesi memberikan gambaran distribusi perdagangan pada hari tersebut. (*)