KABARBURSA.COM - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026 dipimpin oleh penurunan saham keuangan.
Penurunan tersebut dipicu ketidakpastian tarif menyusul putusan Mahkamah Agung AS pada yang menentang pungutan besar-besaran Presiden AS, Donald Trump terhadap barang impor.
Aksi jual besar-besaran ketiga indeks saham utama AS anjlok tajam karena pernyataan Trump yang tidak menentu tentang kebijakan perdagangan. Hal ini pun memicu sebagian besar volatilitas pasar selama tahun pertama masa jabatan kedua presiden tersebut.
Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 778,88 poin, atau 1,57 persen menjadi 48.847,09. S&P 500 ditutup di level 6.834,99 setelah kehilangan 74,52 poin atau 1,08 persen, sementara Nasdaq Composite turun 269,15 poin, atau 1,18 persen menjadi 22.616,92.
Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor keuangan mengalami penurunan terbesar, sementara sektor barang konsumsi pokok mengalami kenaikan persentase terbesar.
Indeks sektor kesehatan naik 1,0 persen, didorong oleh kenaikan 4,0 persen pada saham Eli Lilly setelah obat obesitas CagriSema milik pesaingnya, Novo Nordisk, menunjukkan kinerja yang lebih buruk dibandingkan obat Zepbound milik Eli Lilly dalam uji coba perbandingan langsung.
"Jelas, lapisan ketidakpastian tambahan yang muncul dari putusan Mahkamah Agung dan seperti apa kebijakan perdagangan saat ini tidak membantu," ujar Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky.
Diketahui, pengadilan tertinggi AS mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa Trump melampaui wewenang kepresidenannya dengan memberlakukan tarif timbal balik berdasarkan undang-undang darurat ekonomi.
Keputusan itu memicu kecaman dari sang presiden, yang mengancam akan memberlakukan tarif sementara 15 persen untuk semua impor, meskipun telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan banyak mitra dagang AS.
Mayfield menilai hal tersebut menambah tingkat ketidakpastian karena mempertanyakan kesepakatan perdagangan yang telah dibuat. Meski begitu, tambah dia, pasar dapat sedikit merasa lega karena tingkat tarif efektif secara luas tidak akan lebih tinggi dari sebelumnya.
"Tetapi situasinya akan lebih rumit dan kurang pasti dalam jangka pendek," ungkapnya.
Sementara itu badai musim dingin mengubur sebagian besar wilayah AS di bawah salju setebal lebih dari 15 inci dan melumpuhkan perjalanan di wilayah Timur Laut.
Menurut flightaware.com dikutip dari Reuters, 89 hingga 98 persen dari semua penerbangan di bandara-bandara di wilayah tiga negara bagian dibatalkan. Saham maskapai penerbangan dan saham yang terkait dengan perjalanan/rekreasi pun anjlok 3,7 persen dan 4,0 persem. Dow Transports ikut turun 2,9 persen.
Adapun saham yang mengalami penurunan melebihi jumlah saham yang nanti dengan rasio 2,3 banding 1 di NYSE. Terdapat 342 saham dengan capaian harga tertinggi baru dan 173 saham yang menyentuh harga terendah.
Di Nasdaq, 1.385 saham naik dan 3.258 saham turun, dengan jumlah saham yang turun melebihi jumlah saham yang naik dengan rasio 2,35 banding satu.
Sedangkan indeks S&P 500 mencatatkan 38 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 16 rekor terendah, sementara Indeks Nasdaq Composite mencatatkan 65 rekor tertinggi dan 235 rekor terendah. (*)