Logo
>

Wall Street Menguat di Tengah Konflik AS-Iran, Nasdaq dan S&P 500 Ukir Sejarah

Penguatan saham teknologi dan optimisme terhadap sektor AI membuat Wall Street tetap melaju meski ketegangan geopolitik AS-Iran kembali memanas

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Wall Street Menguat di Tengah Konflik AS-Iran, Nasdaq dan S&P 500 Ukir Sejarah
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 di tengah konflik AS-Iran yang kembali memanas.  Dua indeks AS yakni S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan rekor.

S&P 500 mengalami kenaikan 0,19 persen menjadi 7.412,84, sementara Nasdaq yang merupakan indeks teknologi ditutup di level 0,10 persen ke level 26.274,13. Adapun indeks Dow Jones Industrial ditutup naik 0,19 persen ke level 49.704.

Jay Hatfield, pendiri dan CEO di Infrastructure Capital Advisors mengatakan ledakan teknologi terlalu kuat untuk membiarkan fakta bahwa harga energi yang tinggi memengaruhi ekonomi atau pasar saham AS.

“Semua orang mengabaikan Timur Tengah.” ujar dia dikutip dari CNBC.

Hatfield memandang jika pasar akan lebih datar selama beberapa beberapa bulan ke depan selagi konflik perang AS-Iran masih berlanjut. Menurutnya, sentimen ini akan dibarengi dengan ledakan teknologi yang belum pernah terjadi.

“Pasar ini tidak ingin turun karena booming teknologi,” katanya.

Kondisi ini bisa terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mencatat kenaikan 2 persen dan 4 persen pada pekan lalu. Kedua indeks ini membukukan pekan positif keenam berturut-turut.

Proposal Tanggapan Iran Ditolak Trump, Minyak Brent Sentuh USD104 per Barel

Sebelumnya, Harga minyak mentah dunia ditutup hampir 3 persen lebih tinggi pada hari Senin, 11 Mei 2026 setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran dalam kondisi kritis.  Hal ini menyebabkan mayoritas Selat Hormuz tertutup.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup di level USD104,21 per barel, naik USD2,92, atau 2,88 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup di harga USD98,07 per barel, meningkat USD2,65, atau 2,78 persen.

Adapun Brent mencapai level tertinggi dalam sesi tersebut di level USD105,99 dan WTI mencapai puncak di harga USD100,37.

Diketahui pada pekan lalu, kedua indeks acuan tersebut mencatat kerugian mingguan sebesar 6 persen karena harapan berakhirnya konflik antara AS-Iran.

Namun pada hari Senin, 11 Mei 2026, Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran "sedang dalam kondisi kritis," setelah ia menolak tanggapan Teheran terhadap proposal perdamaian AS.

Beberapa hari setelah Washington mengemukakan proposal yang bertujuan untuk membuka kembali negosiasi, Iran pada hari Minggu, 10 Mei 2026 merilis tanggapan yang berfokus pada mengakhiri perang di semua lini, termasuk Lebanon, tempat sekutu AS.

Teheran juga menuntut ganti rugi atas kerusakan perang, menekankan kedaulatannya atas Selat Hormuz, menyerukan AS untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan menghapus larangan penjualan minyak Iran.

Dalam beberapa jam, Trump menolak tawaran Teheran dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Narasi telah berubah lagi dari de-eskalasi menjadi eskalasi hanya dalam beberapa hari dan pasar minyak meresponsnya - meskipun hanya secara moderat," kata Florence Schmit, seorang ahli strategi energi di Rabobank. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.