KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melemah pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026 karena beberapa sentimen yang membayangi.
Adapun pad perdagangan Senin, 11 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,92 persen atau turun 63 poin ke level 6.905. BRI Danareksa Sekuritas menyebut, pelemahan ini dibarengi tekanan jual asing yang masih dominan melalui net foreign sell sebesar Rp659 miliar di pasar reguler.
"Sentimen pasar sempat membaik setelah penundaan rencana kenaikan tarif royalti tambang, namun kembali tertekan setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap berlaku mulai Juni 2026," tulis BRI Danareksa.
Secara teknikal, BRI Danareksa mencatat IHSG berpeluang menguji area support penting di kisaran 6.850–6.960. Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka.
"Namun jika ditembus maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat," sebut mereka.
Adapun untuk saat ini, pasar menantikan data retail sales Indonesia, inflasi AS, serta rebalancing dari MSCI pada Selasa, 12 Mei 2026.
Sementara itu Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyampaikan IHSG masih terlihat bullish divergence bila ditinjau dari indikator RSI meskipun pola upward bar terbentuk.
"Dari sisi indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, dan volume mengalami penurunan, namun RSI sudah oversold atau jenuh jual," ungkap dia dalam riset hariannya.
Nafan menyebut fokus utama pasar hari ini adalah pengumuman hasil quarterly review dari MSCI. Menurutnya, terdapat kekhawatiran terkait potensi keluarnya beberapa saham big cap seperti BREN dan DSSA pada pengumuman sebelumnya karena kebijakan High Shareholder Concentration (HSC).
"Spekulasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya aliran modal keluar asing yang signifikan," ungkap Nafan.
Di sisi lain, tambah Nafan, pasar juga alam menyoroti mundurnya diplomatik baru antara Washington dan Teheran. Pada 11 Mei 2026, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap 12 entitas dan individu yang dituduh memfasilitasi perdagangan minyak ilegal Iran ke China.
Untuk sentimen positif, Nafan memandang penguatan sektor teknologi dan optimisme terhadap kinerja emiten AI di Amerima Serikat (AS) memberikan risk-on sentiment yang positif bagi pasar ekuitas global, termasuk ke bursa emerging markets.
"Di sisi lain, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada di atas level 100, dan pertumbuhan penjualan mobil secara tahunan, serta penundaan rencana kenaikan royalti minerba, tentunya cukup dapat memberikan bantalan positif bagi _market," jelas dia.
Terpisah, MNC Sekuritas mencatat posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada di wave [v] dari wave A dari wave (2).
"Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan meskipun menguat nampaknya akan menguji kembali 6.972-7.012," tulis MNC Sekuritas.
Adapun MNC Sekuritas menyampaikan support IHSG hari ini berada di kisaran 6.838 - 6.745. Sementara area resistance indeks berada di level 7.069 - 7.207.
Rekomendasi saham hari ini, Selasa, 12 Mei 2026:
1. BRI Danareksa Sekuritas: PANI, PNLF, RAJA
2. Mirae Asset Sekuritas: BULL, MAPA, PTBA
3. MNC Sekuritas: ANTM, KLBF, MDKA, PTRO. (*)