Logo
>

Wall Street Pesta Lagi, Investor Borong Saham Saat Harapan Damai Iran Menguat

Sinyal meredanya konflik AS-Iran mendorong reli Wall Street dan saham teknologi AI, sementara investor mulai kembali masuk aset berisiko.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Wall Street Pesta Lagi, Investor Borong Saham Saat Harapan Damai Iran Menguat
Wall Street reli setelah harapan damai AS-Iran menguat, ditopang saham AI dan turunnya tekanan energi global. Foto: PxHere

KABARBURSA.COM — Wall Street kembali berpesta pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, WIB. Investor ramai-ramai memborong saham setelah muncul harapan baru bahwa konflik Amerika Serikat dan Iran mulai mendekati titik damai.

Sentimen itu langsung menyebar ke pasar global. Bursa saham di Amerika, Eropa, hingga Asia kompak melonjak setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka untuk jalur perdagangan energi dunia.

Pasar membaca sinyal tersebut sebagai peluang meredanya tekanan ekonomi global yang selama ini dipicu perang dan terganggunya distribusi energi dari kawasan Teluk Persia.

Dilansir dari AP, indeks S&P 500 melonjak 1,2 persen dan kembali bergerak menuju rekor tertinggi baru. Dow Jones Industrial Average melesat 575 poin atau sekitar 1,2 persen, sementara Nasdaq Composite naik lebih tinggi lagi yakni 1,7 persen.

Euforia bahkan lebih terasa di luar Amerika Serikat. Bursa Seoul terbang 6,5 persen, London menguat 2,1 persen, sedangkan Paris naik 2,9 persen.

Reli Wall Street kali ini bukan hanya soal geopolitik. Investor juga mulai melihat kombinasi antara potensi meredanya perang dan kinerja emiten teknologi yang masih agresif ditopang ledakan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Saham AMD menjadi salah satu motor penggerak pasar setelah melonjak 17,6 persen usai perusahaan melaporkan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi analis.

CEO AMD Lisa Su mengatakan perusahaan chip tersebut mendapat dorongan besar dari pertumbuhan teknologi AI yang terus meningkatkan kebutuhan daya komputasi pusat data.

“Perusahaan chip mendapatkan manfaat dari pertumbuhan berkelanjutan teknologi kecerdasan buatan yang menuntut daya komputasi sangat besar dari pusat data,” ujarnya.

AMD juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan pada kuartal berjalan bisa melesat sekitar 46 persen dibanding tahun sebelumnya.

Gelombang optimisme AI juga mengangkat saham Super Micro Computer yang melesat 18 persen setelah membukukan laba di atas perkiraan pasar. Nvidia, yang selama ini menjadi simbol ledakan AI global, turut naik 4,7 persen dan menjadi kontributor terbesar penguatan indeks S&P 500.

Di luar sektor teknologi, saham-saham yang sensitif terhadap biaya bahan bakar ikut reli. Investor mulai berspekulasi tekanan biaya energi bisa mereda apabila konflik Timur Tengah benar-benar melunak.

Maskapai United Airlines naik 5,3 persen, operator kapal pesiar Carnival menguat 5,9 persen, sementara Royal Caribbean melonjak 7,1 persen.

Meski begitu, pasar sebenarnya belum sepenuhnya tenang. Harapan damai Iran sebelumnya juga beberapa kali muncul lalu kembali buyar setelah tensi geopolitik memanas lagi.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).