Logo
>

Harga Emas Mendadak Naik, Pasar Mulai Bertaruh Perang Timteng Mereda

Harga emas melonjak setelah muncul sinyal kesepakatan damai AS-Iran yang memicu turunnya harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Harga Emas Mendadak Naik, Pasar Mulai Bertaruh Perang Timteng Mereda
Harga emas naik tajam setelah pasar melihat peluang meredanya konflik Timur Tengah dan turunnya risiko inflasi global. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM — Harga emas dunia kembali melonjak setelah pasar mulai mencium peluang meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini langsung mengguncang pasar energi dan mengubah arah pergerakan aset safe haven.

Pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026 WIB, harga emas spot naik 2,8 persen ke level USD4.685,23 per ons atau sekitar Rp79,6 juta. Angka itu menjadi posisi tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir setelah sebelumnya emas sempat tertekan akibat penguatan dolar dan kekhawatiran suku bunga tinggi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat juga ditutup naik 2,8 persen di posisi USD4.694,30 per ounce atau sekitar Rp79,8 juta.

Lonjakan harga emas ini terjadi setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran mulai mendekati kesepakatan damai untuk meredakan konflik di kawasan Teluk. Iran disebut sedang meninjau proposal baru dari Amerika Serikat terkait penghentian perang, meski isu sensitif seperti program nuklir masih ditunda pembahasannya.

Kabar tersebut langsung menekan harga minyak global. Ketika pasar melihat risiko perang mulai mereda, kekhawatiran lonjakan inflasi ikut turun. Situasi ini memicu perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan optimisme soal peluang kesepakatan damai mulai memberi efek jangka pendek terhadap pasar emas.

“Optimisme mengenai kesepakatan final antara Amerika Serikat dan Iran telah menciptakan setidaknya sedikit kelegaan jangka pendek bagi emas, dengan harga minyak yang lebih rendah, kekhawatiran inflasi yang mereda, serta perubahan pandangan terhadap langkah The Fed pada akhir tahun ini,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Kamis, 7 Mei 2026.

Meski begitu, Grant menilai pasar belum sepenuhnya keluar dari tekanan ketidakpastian geopolitik. “Saya tidak akan mengatakan kita benar-benar sudah keluar dari situasi sulit. Pasar akan terus bergerak mengikuti perkembangan berita dari Timur Tengah,” katanya.

Di saat bersamaan, indeks dolar Amerika Serikat turun sekitar 0,4 persen. Pelemahan dolar membuat harga logam berbasis dolar menjadi lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga ikut menopang kenaikan harga emas.

Pasar kini mulai mengalihkan perhatian pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat pada Jumat mendatang. Data tersebut diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Jika pasar tenaga kerja mulai melemah, peluang pemangkasan suku bunga bisa kembali terbuka. Sebaliknya, jika ekonomi Amerika masih terlalu kuat, bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Laporan ADP National Employment sebelumnya menunjukkan jumlah tenaga kerja sektor swasta Amerika Serikat pada April naik lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Tak hanya emas, logam mulia lain juga ikut menguat. Harga perak melonjak 6 persen ke level USD77,16 per ounce atau sekitar Rp1,31 juta. Platinum naik 4,7 persen menjadi USD2.044 per ounce atau sekitar Rp34,7 juta, sementara paladium menguat 3,3 persen ke posisi USD1.535 per ounce atau sekitar Rp26 juta.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).