KABARBURSA.COM- PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode saham WBSA resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 10 April 2026.
Perusahaan yang bergerak di bidang logistik terintegrasi ini menjadi emiten pertama yang sukses melakukan IPO di tahun 2026. Kehadiran WBSA sekaligus menandai era baru pasar modal pasca implementasi reformasi aturan yang mewajibkan ketentuan free float minimal 15 persen bagi setiap perusahaan tercatat di bursa.
Dalam aksi korporasi ini WBSA melepas sebanyak 1.800.000.000 saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Dengan harga penawaran sebesar 168 per lembar saham emiten logistik ini berhasil menghimpun dana segar dari pasar modal mencapai Rp302,4 miliar.
Minat investor terhadap saham WBSA terlihat sangat tinggi sepanjang masa penawaran umum yang berlangsung pada 2 sampai 8 April 2026. Hal ini terbukti dari terjadinya kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 386,86 kali. Perusahaan kini memiliki nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp1.457.400.000.000 dengan total saham yang dicatatkan sebanyak 8.675.000.000 lembar yang terdiri dari saham pendiri dan saham hasil penawaran umum.
Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk Edwin Wibowo menjelaskan bahwa langkah melantai di bursa merupakan strategi besar untuk memperkuat struktur permodalan dan mempercepat ekspansi usaha. Dana hasil IPO ini rencananya akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan di sektor angkutan laut guna memperkuat layanan logistik dari hulu ke hilir serta meningkatkan kapasitas operasional melalui belanja modal.
“Peluang industri logistik nasional masih sangat besar, mengingat karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan serta tingginya aktivitas industri dan konsumsi domestik. Kondisi ini mendorong kebutuhan yang besar akan layanan logistik multimoda yang terintegrasi,” ujar Edwin di Main Hall BEI, Jakarta pada Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan bahwa perusahaan optimis dengan masa depan sektor transportasi tanah air. “Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitasnya dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia,” kata Edwin.
Didirikan pada tahun 2021 perusahaan ini telah memiliki jaringan operasional yang luas mencakup lebih dari 220 kota di Indonesia dengan dukungan lebih dari 9 kantor cabang. Layanan yang ditawarkan meliputi angkutan darat, freight forwarding, pergudangan, hingga depo petikemas. Berdasarkan data keuangan per 30 September 2025 WBSA mencatatkan kinerja yang solid dengan total aset mencapai Rp1,15 triliun dan pendapatan usaha sebesar Rp1,54 triliun dengan laba usaha tercatat senilai Rp24,39 miliar.
Manajemen WBSA di bawah kepemimpinan Edwin Wibowo sebagai Direktur Utama serta dibantu Direktur Thomas Wenas dan Hendri Swabudi Setiawan yakin adopsi teknologi akan membawa pertumbuhan berkelanjutan. Di jajaran pengawasan terdapat Komisaris Utama Andree serta Komisaris Willson Cuaca dan Komisaris Independen M. Jusuf Wibisana.
Dalam proses IPO ini WBSA menunjuk PT Semesta Indovest Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara untuk administrasi saham dikelola oleh PT Adimitra Jasa Korpora dengan dukungan audit dari KAP Purwanto Susanti dan Surja serta konsultan hukum Assegaf Hamzah dan Partners. WBSA kini resmi tercatat di Papan Pengembangan dan siap bersaing di sektor logistik dan pengiriman Indonesia.(*)