KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) terus memaksimalkan kapasitas produksi pabriknya di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur strategis, mulai dari sistem pengolahan air limbah Jakarta hingga proyek jalan tol.
Tim manajemen pabrik WTON Bogor mengungkapkan, fasilitas tersebut saat ini mengoperasikan delapan jalur produksi dengan beragam jenis produk beton pracetak yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
“Kalau kami kan dari pabrik Bogor ini ada delapan jalur. Sekarang salah satunya produksi pipa untuk Jakarta Sewerage Development Project,” ujar tim manajemen di kawasan Pabrik WTON, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat pada Rabu, 15 April 2026.
Proyek yang di maksud adalah Jakarta Sewerage Development Project (JSDP), yakni sistem pengelolaan air limbah terpusat di DKI Jakarta yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Dalam proyek ini, WTON berperan sebagai pemasok pipa beton dan elemen struktur pendukung.
Berdasarkan data publik, progres proyek JSDP terus menunjukkan peningkatan. Hingga 2025, progres konstruksi telah mencapai kisaran 37 persen hingga mendekati 40 persen, meningkat dari sekitar 22 persen pada 2024. Sementara di level operasional pabrik, manajemen menyebut produksi untuk proyek ini telah berjalan signifikan sejak 2023.
“Kalau dari produksi ini sudah hampir 60-70 persen. Terpasangnya mungkin sudah hampir separuh,” jelasnya.
Secara keseluruhan, proyek JSDP didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan nilai mencapai sekitar Rp6,37 triliun. Adapun untuk salah satu paket pekerjaan di Zona 1, nilai kontraknya berkisar Rp3,23 triliun hingga Rp3,33 triliun. Proyek mulai berjalan sejak 2023 dan ditargetkan rampung hingga 2027.
Manajemen menjelaskan, pipa yang diproduksi di pabrik Bogor digunakan untuk sistem pengolahan air limbah yang nantinya dialirkan dan diolah sebelum dibuang ke laut. “Itu untuk air limbah dari Jakarta nanti diolah lagi, baru dialirkan ke laut,” jelasnya.
Selain proyek sanitasi, pabrik ini juga memproduksi tiang listrik untuk kebutuhan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tersebar di wilayah Jakarta, Jawa Barat, hingga Kalimantan.
“Sekarang kami juga masih produksi tiang listrik untuk PLN di Jakarta, Jabar, dan Kalimantan,” lanjut manajemen.
Tak hanya itu, WTON Bogor juga terlibat dalam proyek jalan tol, salah satunya Tol Serang–Panimbang yang menjadi bagian dari pengembangan konektivitas di Banten. Produk yang disuplai antara lain tiang pancang beton dengan berbagai spesifikasi diameter, tol sepanjang 83,7 kilometer dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di Banten.
“Ada juga untuk proyek Tol Serang–Panimbang, itu masih berjalan dan termasuk repeat order,” ujarnya.
Selain proyek tersebut, produksi juga diarahkan untuk kebutuhan kawasan industri dan proyek infrastruktur lain di Jawa Barat, termasuk penyediaan tiang pancang untuk proyek di sekitar kawasan bandara dan proyek swasta.
Manajemen mengakui, tantangan utama dalam produksi bukan hanya volume, tetapi menjaga kualitas secara konsisten, terutama untuk proyek berskala besar.
“Yang paling menantang itu menjaga konsistensi mutu, karena volumenya besar dan harus sesuai spesifikasi sampai ke pelanggan,” katanya.
Dari sisi bisnis, WTON juga mencatat adanya pelanggan loyal yang terus melakukan pemesanan ulang, termasuk dari sektor kelistrikan dan infrastruktur jalan tol. Hal ini menjadi indikator bahwa kualitas produk masih dipercaya di tengah persaingan industri beton pracetak.
Di luar proyek domestik, WTON juga menjalankan ekspor produk dari fasilitas lain, seperti di Majalengka untuk kebutuhan bantalan rel dan proyek terowongan kereta bawah tanah di Manila, Filipina. Namun untuk pabrik Bogor, fokus utama saat ini masih pada pasar dalam negeri.
“Sejauh ini yang di Bogor fokusnya domestik. Untuk ekspor ada di pabrik lain,” jelasnya.
Ke depan, perusahaan juga membuka peluang tambahan kontrak baru, termasuk untuk proyek pengendalian banjir dan sistem pengolahan air lainnya yang masih dalam tahap penjajakan.
WTON merupakan anak usaha dari WIKA yang bergerak di industri beton pracetak dengan model bisnis engineering, production, hingga instalasi (EPI). Hingga saat ini, perseroan memiliki 14 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia, didukung 1 mobile plant, 3 crushing plant, serta jaringan distribusi berupa 3 jetty dan 7 wilayah penjualan.
Kegiatan usahanya mencakup produksi beton pracetak, perdagangan beton, jasa konstruksi sipil, serta layanan terkait seperti instalasi dan post-tensioning, dengan produk yang digunakan untuk berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol, kelistrikan, perkeretaapian, pelabuhan, hingga sistem sanitasi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.