Logo
>

Ada Program MBG, Penjualan Kendaraan Niaga Suzuki Melonjak 93 Persen

Lonjakan permintaan datang dari proyek pemerintah dan sektor swasta yang mulai aktif di awal tahun.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Ada Program MBG, Penjualan Kendaraan Niaga Suzuki Melonjak 93 Persen
Penjualan kendaraan niaga Suzuki naik 93 persen, salah satunya karena pesanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Kabarbursa.com/Harun Rasyid)

KABARBURSA.COM – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatat hasil positif dalam penjualan kendaraan niaga di Indonesia pada awal tahun ini.

Penjualan kendaraan niaga Suzuki pada Januari dan Februari 2026, melonjak sebesar 93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Donny Saputra, Deputy Managing Director PT SIS mengatakan, kontribusi kendaraan niaga dalam total penjualan Suzuki telah mencapai 26 persen.

"Penjualan fleet (unit secara borongan kepada perusahaan) khususnya di awal tahun, kami melihat memang ada kontraksi positif, khususnya untuk penjualan fleet. Tapi ini tidak hanya penjualan fleet saja. Jadi kalau kita bicara secara overall dari Januari hingga Februari, tercatat kontribusi fleet di angka sekitar 26 persen dari total penjualan kita, khususnya untuk kendaraan niaga," ujarnya usai konferensi pers di GIICOMVEC 2026, belum lama ini.

Program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pemicu performa penjualan mobil niaga Suzuki. Namun pertumbuhan penjualan kendaraan niaga juga didorong oleh pihak di luar  pemerintah.

Meski belum bisa menyebut angka penjualannya, Donny menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan kerja sama dengan BGN (Badan Gizi Nasional) sejak 2025.

"Sebetulnya sudah pernah terjadi kerja sama dengan BGN, tidak hanya tahun ini saja untuk proyek ini. Jadi dari tahun 2025 sampai dengan sekarang, memang ada permintaan untuk mendukung program dari pemerintah tersebut," sebutnya.

Suzuki Carry pikap untuk kendaraan operasional MBG. (Foto: Kabarbursa.com/Harun Rasyid)

"Tapi kami melihat bahwa kenaikan jumlah volume ini tidak hanya terjadi dari permintaan untuk mendukung program-program pemerintah. Tapi kami melihat dari sektor swasta atau sektor private juga terjadi kenaikan," sambung Donny.

Diketahui, Suzuki mengandalkan dua model dalam penjualan kendaraan niaga ringan untuk para pengusaha yakni Suzuki APV Blind Van dan Carry pikap. Keduanya juga dipergunakan sebagai armada operasional MBG.

Demi mendukung permintaan kendaraan niaga, Suzuki juga menggandeng pihak karoseri lokal untuk memodifikasi, hingga melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan bisnis para konsumen.

"Saat ini kalau kita lihat ada dua jenis yang digunakan misalnya sebelah ini APV Blind Van hasil kerja sama dengan karoseri. Secara bodi standar tapi bagian dalamnya dilengkapi oleh pihak karoseri yang ditunjuk," jelas Donny.

Lebih lanjut, kerja sama PT SIS dengan karoseri lokal juga demi melayani permintaan kebutuhan transportasi. 

Salah satu contohnya yakni Suzuki Carry pikap yang diubah menjadi angkot oleh karoseri. Unitnya sempat dipamerkan di ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Sebetulnya kami kerjasama dengan beberapa teman karoseri yang ada di Indonesia. Kalau yang angkot ini sebetulnya masih dalam tahap konsep. Jadi kami menawarkan konsep angkot dengan kendaraan komersial maupun kendaraan penumpang," pungkas Donny.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.