KABARBURSA.COM – Penggunaan kendaraan listrik mulai bergeser dari sekadar inovasi teknologi menjadi bagian dari instrumen kebijakan energi. Hal ini tercermin dari langkah Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul yang menggunakan BYD Sealion 7 dalam aktivitas resmi pemerintahan.
Keputusan tersebut dilakukan saat Anutin menggunakan BYD Sealion 7 menuju Government House pada 25 Maret 2026. Langkah ini disebut sebagai respons terhadap dinamika global, termasuk kenaikan harga energi, sekaligus bagian dari upaya efisiensi energi.
Tidak hanya mengganti kendaraan, pola mobilitas juga disesuaikan. Dalam kesempatan tersebut, Perdana Menteri tidak menggunakan iring-iringan kendaraan pengawalan berbahan bakar konvensional seperti yang lazim dilakukan.
Langkah ini menjadi simbol perubahan pendekatan dalam penggunaan energi di lingkungan pemerintahan.
Penggunaan kendaraan listrik oleh kepala pemerintahan menunjukkan bahwa EV mulai diposisikan sebagai bagian dari solusi dalam kebijakan publik, khususnya dalam konteks efisiensi energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Di sisi lain, BYD Sealion 7 sendiri diperkenalkan sebagai SUV listrik premium yang mengedepankan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan teknologi. Kendaraan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang stabil dan responsif dalam berbagai kondisi jalan, dengan dukungan sistem kendaraan yang terintegrasi.
Fitur keselamatan dan sistem bantuan berkendara juga menjadi bagian dari pengembangan kendaraan ini, termasuk teknologi yang mendukung efisiensi energi serta kemudahan pengisian daya untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyatakan bahwa penerimaan terhadap kendaraan listrik semakin terbentuk dari pengalaman penggunaan di berbagai negara.
Menurutnya, kepercayaan terhadap kendaraan listrik kini tidak hanya didasarkan pada klaim semata tetapi semakin dibentuk melalui pembuktian nyata di berbagai negara.
“Kami tentu menyambut dengan positif pengakuan yang diterima BYD Sealion 7, karena hal tersebut mencerminkan bagaimana teknologi, kualitas, dan pengalaman berkendara yang dihadirkan dapat diterima secara luas, baik oleh konsumen maupun berbagai pemangku kepentingan, termasuk di tingkat pemerintahan,” kata Eagle Zhao dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan, pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, efisien, dan berkelanjutan bagi pasar Indonesia.
Langkah yang diambil pemerintah Thailand tersebut juga mencerminkan bagaimana negara di kawasan Asia Tenggara mulai mengadopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam mendorong sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.(*)