Logo
>

Geely Tambah Kapasitas Produksi EX2 di Purwakarta, ini Dampaknya ke Konsumen

Geely meningkatkan produksi EX2 di Purwakarta hingga dua kali lipat sehingga masa inden konsumen dipangkas menjadi sekitar satu bulan.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Geely Tambah Kapasitas Produksi EX2 di Purwakarta, ini Dampaknya ke Konsumen
Warna baru Aether Green untuk Geely EX2. Geely menambah kapasitas produksi EX2 di Purwakarta. Inden kini sekitar satu bulan seiring tingginya permintaan mobil listrik tersebut. Foto: Geely.

KABARBURSA.COM – Geely Auto Indonesia menambah kapasitas produksi mobil listrik Geely EX2 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat.

Peningkatan kapasitas produksi dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar serta mempercepat pengiriman Geely EX2 ke tangan konsumen.

Kapasitas produksi Geely EX2 kini ditingkatkan hingga dua kali lipat, terutama untuk varian warna yang paling banyak diminati. Hasilnya, waktu tunggu konsumen atau inden dalam pemesanan Hatchback listrik tersebut, terpangkas menjadi sekitar satu bulan.

Bagi Geely Auto Indonesia, peningkatan produksi dilakukan seiring tren penjualan Geely EX2 yang terus menguat.

Pada Mei 2026, pesaing BYD Atto 1 ini mencatatkan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer sebanyak 1.395 unit di Indonesia. Capaian ini membuat EX2 diklaim menjadi pemimpin di segmen compact electric vehicle (EV).

Sementara di pasar global, Geely EX2 juga mempertahankan posisinya sebagai mobil terlaris di China dengan penjualan mencapai 38.751 unit sepanjang Mei 2026.

Kinerja tersebut dianggap dapat memperkuat posisi Geely di pasar kendaraan listrik, termasuk di Indonesia.

“Total wholesales Geely EX2 di Indonesia hingga Mei telah mencapai lebih dari 4.900 unit dan terus bertambah. Untuk menjawab tingginya permintaan tersebut, kami menambah kapasitas produksi terutama pada pilihan warna yang paling diminati, sehingga waktu tunggu konsumen dapat dipangkas menjadi satu bulan," ujar Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu 27 Juni 2026.

Geely Auto Indonesia tingkatkan kapasitas produksi mobil listrik EX2 di pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) hingga dua kali lipat. Foto: dok. Geely.

Sementara itu, President Director PT HIM, Denny Siregar menyatakan, peningkatan kapasitas produksi Geely EX2 merupakan salah satu kemajuan dalam adopsi EV dan manufaktur di Indonesia.

“Peningkatan kapasitas produksi ini menunjukkan bahwa manufaktur lokal siap mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan pengetahuan dan teknologi dari Geely, kami memperkuat proses perakitan dan quality control agar konsumen di Indonesia mendapatkan kendaraan dengan standar kualitas global yang konsisten,” jelasnya.

Lebih lanjut, Geely juga memperkenalkan pilihan warna Aether Green untuk EX2. Kelir baru ini  mulai diproduksi pada Juni 2026. Aether Green menambah opsi warna EX2 yang sudah ada sebelumnya, yaitu Aurora Pink, Nebula Beige, Moon White, Star Silver, dan Comet Gray.

"Kami juga menghadirkan warna baru Aether Green sehingga konsumen memiliki opsi tampilan yang lebih fresh,” kata Constantinus.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.