Logo
>

Insiden Bekasi, EV Mogok di Perlintasan: Human Error atau Teknis?

Insiden KRL di Bekasi menyorot taksi listrik yang mogok di rel, dengan dugaan faktor teknis, gelombang listrik, hingga kesalahan pengemudi.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Insiden Bekasi, EV Mogok di Perlintasan: Human Error atau Teknis?
Taksi listrik Green SM sempat terhenti di tengah perlintasan rel sebelum tertemper KRL Commuter Line di Bekasi. Pakar ungkap kemungkinan penyebab mobil mogok saat lewati rel. Foto: Istimewa

KABARBURSA.COM - Taksi Green SM jadi salah satu sorotan ketika terjadi insiden fatal antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api (KA) Argo Bromo di Stasiun Bekasi, Senin,  27 April 2026.

Pasalnya, sebelum tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line Jurusan Cikarang dengan nomor PLB 5568A terjadi, taksi Green SM diduga macet atau tidak bergerak di tengah perlintasan kereta.

Taksi listrik Green SM yang diketahui dari merek VinFast tersebut, sempat tertabrak KRL Commuter Line hingga menyebabkan rangkaian gerbong berhenti di jalur lokasi kejadian. 

Terhentinya taksi Green SM di tengah rel tersebut diduga karena mengalami mogok saat menyeberangi perlintasan.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah mengungkapan bahwa, mobil mogok di rel kereta api dapat disebabkan oleh emisi elektromagnetik dari kabel penghantar arus listrik di sepanjang rel.

Kabel ini tidak kompatibel dengan sistem elektronik mobil seperti pada komponen Electronic Control Unit (ECU) hingga koil. Hal ini bisa memicu mesin mobil mati mendadak.

Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan penyebab pasti kecelakaan kereta di Bekasi dan taksi listrik ini idealnya perlu melihat hasil investigasi pihak terkait.

"Saya enggak berani kasih statement terlalu dalam, karena idealnya harun tunggu hasil investigasi dari lembaga terkait," ucapnya saat dihubungi KabarBursa.com, Selasa, 28 April 2026.

Namun, ia berpendapat, masalah mobil mogok saat melintasi rel juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk human error

"Tapi sebagai praktisi keselamatan, bisa jadi kejadian EV (Electric Vehicle) ini mogok karena pengaruh gelombang aliran listrik dari rel kereta yang akan lewat. Kedua faktor slip roda mobil di perlintasan rel kereta karena sudut roda salah melintas," jelasnya.

"Ketiga karena pengemudi yang kurang terampil mengelola stres. Jadi ia grogi ketika berada diperlintasan rel," sambung Sony.

Sony menegaskan, hal yang lebih penting dari insiden ini ialah perbaikan kebiasaan atau cara mengemudi saat melewati rel kereta. 

"Kalau mengira-ngira kemungkinannya sih banyak, justru yang harus diperbaiki adalah cara atau etika melintasi rel dan  hilangkan kebiasaan menerobos palang rel," ucapnya.

Lebih lanjut, Sony menyatakan bahwa mobil listrik harusnya merupakan produk yang aman dalam penyebab insiden ini.

Tapi jika nantinya terdapat penyebab teknis pada mobil listrik, sebaiknya produsen EV harus melakukan pengembangan lebih lanjut.

"Bicara EV, sebenarnya semua sudah tereduksi dengan aman. Tapi sesuai aturan, mana yang boleh dan tidak. Masalahnya ada faktor yang bisa timbul akibat kebocoran atau kurang sempurnanya sebuah sistem kelistrikan. Dan untuk butuh investigasi dan developing ke depannya dengan menyesuaikan kondisi di Indonesia," terang Sony.

Ia menilai, sistem kelistrikan dan keamanan produk EV sudah diperhitungkan oleh pabrikan. "Baterai EV serta sistem kelistrikannya sudah aman dan dilindungi rangka. Tapi dengan toleransi tertentu dalam menerima benturan, dia tidak didesain mampu menahan benturan dari benda keras seperti kereta," terang Sony.

Sebagai tambahan, ia juga membagikan cara aman mengendarai mobil saat melewati perlintasan kereta. 

"Melintasi rel kereta ada etikanya. Pertama, pastikan berhenti dua sampai tiga meter sebelum rel. Lalu pastikan di depan area sudah clear dari kendaraan yang bisa mengakibatkan merayap di rel. Berikutnya, pengemudi bisa melintas dengan segera dan jangan terlalu pelan-pelan," pungkasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.