Logo
>

Penjualan EV Naik 96 Persen, Industri Komponen Lokal Ikut Kebagian?

Di balik lonjakan pasar kendaraan listrik, peluang besar mulai terbuka bagi industri komponen lokal.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Penjualan EV Naik 96 Persen, Industri Komponen Lokal Ikut Kebagian?
Ilustrasi peningkatan penjualan mobil listrik di Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Lonjakan penjualan mobil listrik di Indonesia mulai membuka persaingan baru di sektor manufaktur komponen dalam negeri. Ketika pasar kendaraan listrik tumbuh hampir dua kali lipat pada kuartal I 2026, pemerintah mendorong industri kecil dan menengah (IKM) agar masuk lebih dalam ke rantai pasok kendaraan listrik nasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terjadi seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di berbagai segmen, mulai dari motor listrik hingga bus listrik.

Kementerian Perindustrian menilai pertumbuhan pasar kendaraan listrik perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik agar manfaat ekonomi tidak hanya berhenti pada penjualan kendaraan, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi industri komponen lokal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri kendaraan listrik nasional tidak hanya bergantung pada investasi industri besar, tetapi juga harus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku IKM.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Agus, pertumbuhan industri kendaraan listrik yang terus meningkat perlu dibarengi dengan penguatan rantai pasok dalam negeri guna mendukung target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memperkuat kemandirian industri nasional.

“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri,” ujarnya.

Untuk mempertemukan kebutuhan industri kendaraan listrik dengan kemampuan pemasok lokal, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggelar kegiatan temu bisnis yang melibatkan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dan IKM komponen otomotif.

Kegiatan tersebut mencakup industri kendaraan listrik roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik. Melalui forum tersebut, pelaku IKM memperoleh informasi mengenai kebutuhan industri, standar kualitas yang dibutuhkan, serta peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik membuka peluang baru bagi pelaku IKM komponen otomotif untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.

“Perkembangan industri kendaraan listrik yang sangat pesat ini harus dapat dimanfaatkan oleh IKM nasional. Oleh karena itu, Ditjen IKMA memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dan APM kendaraan listrik agar tercipta peluang kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan,” ujar Reni.

Pada sektor kendaraan listrik roda dua, kegiatan temu bisnis yang digelar di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) melibatkan 60 IKM komponen alat angkut.

Dari kegiatan tersebut, muncul tindak lanjut penjajakan kerja sama antara Polytron dengan anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK). Komponen yang dibahas mencakup jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga berbagai komponen pendukung lainnya.

Selain itu, PT Pindad (Persero) selaku pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional juga melakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen untuk menjajaki peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek mobil nasional.

Sementara pada sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih, kegiatan temu bisnis yang berlangsung di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 mempertemukan sekitar 70 IKM komponen alat angkut dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Pertemuan tersebut membahas peluang penyediaan komponen lokal untuk kendaraan listrik roda empat, bus listrik, dan truk listrik yang diproduksi di Indonesia.

“Temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global. Kami ingin memastikan IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional,” tegas Reni.

Pertumbuhan kendaraan listrik nasional juga didukung oleh perluasan infrastruktur pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Selain mobil listrik, populasi bus listrik hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit. Sementara itu, populasi motor listrik pada Februari 2026 mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Untuk mendukung kesiapan industri, Ditjen IKMA juga menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi bagi pelaku IKM, termasuk pelatihan perbengkelan kendaraan listrik roda dua dan kendaraan listrik multiguna yang mencakup pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.