KABARBURSA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis subsidi kendaraan listrik bakal berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik.
Menurutnya, subsidi kendaraan listrik sebanyak 200 ribu unit bakal menjadi salah satu pemicu pertumbuhan tersebut.
Dengan subsidi kendaraan listrik yang dimulai Juni 2026, Menkeu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV 2026 bakal di atas 5,5 persen.
"Jadi tetap ada dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita, ya akan kasih insentif di mobil listrik dan motor listrik," ujarnya kepada media di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa, 12 Mei 2026.
Diketahui, 200 ribu unit subsidi kendaraan listrik terdiri dari alokasi 100 ribu unit untuk pembelian yang disertai insentif Rp5 juta per unit.
Sementara sisanya 100 ribu unit mobil listrik subsidi yang rencananya bakal mendapat insentit berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 hingga 100 persen.
Selain itu, besaran PPN DTP tersebut akan tergantung jenis baterai yang digunakan pada mobil listrik. Purbaya melanjutkan, pihaknya juga akan memperbaiki industri yang berorientasi pada ekspor untuk mencapai pertumbuhan ekonomi.
"Nanti akan diperbaiki akses ke pendanaan seperti apa, dari perusahaan-perusahaan yang ekspor orientis seperti tekstil, furniture, hingga sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat supaya mereka punya akses pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah," terangnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen, atau mengalami peningkatan dari kuartal IV 2025 yang sebesar 5,39 persen.(*)