KABARBURSA.COM - Penjualan Suzuki e Vitara di Indonesia masih terbilang lesu meski sudah sebulan lebih dipasarkan.
Suzuki e Vitara yang diluncurkan sebagai mobil listrik pertama PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada Februari 2026, distribusinya bahkan belum menyentuh belasan unit.
"Mulai dari bulan kemarin kami sudah melakukan pengiriman. Sampai dengan bulan Maret lalu, kami sudah mengirimkan secara wholesale dan retail sebanyak delapan unit untuk e Vitara," ujar Donny Saputra, Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W PT SIS kepada media di Jakarta, belum lama ini.
Penjualan Suzuki e Vitara tersebut, menggambarkan ketatnya persaingan mobil listrik di pasar domestik, khususnya antara brand Jepang dengan brand China. Terlebih brand asal Tiongkok secara agresif memasarkan mobil listrik dengan harga kompetitif di kelasnya.
Lebih lanjut Donny menyebut, pihaknya masih optimis dengan Suzuki e Vitara yang diklaim sebagai produk bernilai historis. Selain itu ia menyebut bahwa produk SUV merupakan salah satu keahlian Suzuki.
"Seperti yang kami sampaikan pada saat peluncuran e Vitara, kami memang tidak hanya menawarkan produk saja, tapi kami juga menawarkan nilai historis dari Suzuki itu sendiri, sebagai mobil elektrik pertama kami," sebutnya.
"Sebagai salah satu ahli dalam pembuatan SUV, salah satunya kami menawarkan bahwa e Vitara ini memang secara konsep adalah SUV yang merupakan salah satu dari kompetensi kami," sambung Donny.
Donny menambahkan, permintaan e Vitara diyakini akan berkembang, termasuk dari konsumen loyal Suzuki.
Sekadar informasi, e Vitara bersaing dengan BYD Sealion 7, Toyota Urban Cruiser EV hingga Hyundai Ioniq 5 di segmen SUV listrik Compact.
Harga Suzuki e Vitara sebagai produk yang masuk ke Indonesia dengan status CBU (Completely Build Up) asal India, ditawarkan Rp755 juta hingga Rp758 juta on the road Jakarta.(*)