Logo
>

BYD Tantang Nvidia Lewat Chip Mobil Otonom Buatan Sendiri

BYD memulai produksi massal chip otonom Xuanji A3 berteknologi 4 nm untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan robotaxi.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
BYD Tantang Nvidia Lewat Chip Mobil Otonom Buatan Sendiri
Ilustrasi BYD, mulai memperluas persaingan di industri otomotif ke sektor semikonduktor dengan meluncurkan chip penggerak otonom Xuanji A3. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mulai memperluas persaingan di industri otomotif ke sektor semikonduktor dengan meluncurkan chip penggerak otonom Xuanji A3 berteknologi 4 nanometer (nm) yang dikembangkan secara internal.

Langkah ini menandai upaya BYD memperkuat kendali atas teknologi kendaraan otonom sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemasok chip eksternal.

Mengutip CarNewsChina, BYD telah memulai produksi massal chip Xuanji A3 yang dirancang untuk mendukung fungsi mengemudi otonom Level 3 (L3) dan Level 4 (L4). Chip tersebut juga akan digunakan pada armada robotaxi yang tengah disiapkan perusahaan.

Ketua BYD Wang Chuanfu mengatakan perusahaan telah lama membangun kemampuan di bidang semikonduktor dan kini memiliki lebih dari 7.000 personel yang tergabung dalam tim riset dan pengembangan chip.

Dalam peluncuran chip terbaru tersebut, BYD juga menanggapi tren meningkatnya pengembangan chip mandiri oleh sejumlah produsen otomotif China. Beberapa di antaranya adalah chip Mach 100 milik Li Auto, chip AI Turing milik Xpeng, dan NX9031 yang dikembangkan Nio.

Produksi Massal Chip 4 Nm

Menurut CarNewsChina, Xuanji A3 merupakan chip penggerak otonom 4 nm pertama yang diproduksi massal di China. BYD menyebut chip tersebut memungkinkan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak secara lebih menyeluruh dalam sistem bantuan mengemudi.

Perusahaan juga menyatakan chip Xuanji A3 memberikan kendali penuh terhadap rantai teknologi pengemudian berbantuan, mulai dari perangkat komputasi hingga integrasi sistem kendaraan.

Meski demikian, dari sisi daya komputasi, chip tersebut bukan yang tertinggi di pasar. Tiga unit Xuanji A3 yang bekerja secara bersamaan memiliki total daya komputasi 2.100 TOPS atau sekitar 700 TOPS per chip.

Angka tersebut setara dengan Nvidia Drive Thor. Namun masih berada di bawah chip Mach 100 milik Li Auto yang memiliki daya komputasi 1.280 TOPS dan chip AI Turing milik Xpeng dengan 750 TOPS.

BYD mengklaim tingkat pemanfaatan daya chip Xuanji A3 meningkat 100 persen dibanding generasi sebelumnya. Chip tersebut juga kompatibel dengan sensor LiDAR seribu garis yang ditujukan untuk kendaraan dengan kemampuan L3 dan L4.

Strategi Integrasi Teknologi

Peluncuran chip baru ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD untuk memperkuat integrasi teknologi di dalam ekosistem kendaraan listriknya.

Wang Chuanfu mengatakan tujuan jangka panjang perusahaan adalah mewujudkan lalu lintas tanpa kecelakaan. Untuk mendukung target tersebut, BYD berencana melengkapi seluruh lini kendaraannya dengan sistem bantuan mengemudi berbasis LiDAR DiPilot 300 atau "God's Eye B".

Sistem tersebut akan tersedia sebagai opsi tambahan berbayar senilai 12.000 yuan atau sekitar USD1.770, termasuk pada model entry-level.

Menurut CarNewsChina, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi BYD untuk memperkuat daya saing di pasar domestik China. Data China EV DataTracker menunjukkan BYD mengirimkan 156.944 unit kendaraan di China pada April 2026, turun 19,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan peluncuran Xuanji A3, BYD tidak hanya memperluas pengembangan teknologi kendaraan otonom, tetapi juga memperkuat posisinya dalam rantai industri semikonduktor yang semakin penting bagi industri otomotif global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.