Logo
>

Dividen DRMA Naik ke Rp70 per Saham, Pantau Jadwalnya

RUPST tetapkan payout 50 persen dari laba bersih 2025, tren dividen DRMA terus menanjak dalam lima tahun terakhir.

Ditulis oleh Yunila Wati
Dividen DRMA Naik ke Rp70 per Saham, Pantau Jadwalnya
Dharma Polimetal secara konsisten menaikkan besaran dividen. Untuk tahun ini RUPST menetapkan dividen sebesar Rp70 per saham. (Foto: dok DRMA)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menetapkan arah distribusi laba tahun buku 2025 dengan porsi yang relatif terjaga. Dalam keputusan yang disahkan di Jakarta, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp70 per saham atau setara Rp329,41 miliar. 

Nilai ini merepresentasikan 50 persen dari laba bersih yang tercatat Rp652,58 miliar. Sementara sisanya, dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp1 miliar dan kebutuhan modal kerja serta investasi.

Distribusi dividen tersebut juga langsung mencerminkan struktur kepemilikan saham. PT Dharma Inti Anugerah menjadi penerima terbesar dengan nilai sekitar Rp156,8 miliar, diikuti PT Triputra Investindo Arya sebesar Rp46,65 miliar. 

Sementara itu, investor publik secara agregat memperoleh Rp71,03 miliar. Ini termasuk di dalamnya pemegang saham individu seperti Philipus Naftali yang dengan kepemilikan 1,28 persen berpotensi menerima sekitar Rp4,2 miliar. 

Alokasi lainnya mengalir ke jajaran direksi dan komisaris sesuai porsi kepemilikan masing-masing.

Konsisten Naik Tiap Tahun

Jika ditarik ke belakang, pola pembagian dividen DRMA menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, dividen berada di level Rp14,97 per saham, kemudian naik menjadi Rp20,94 pada 2022. 

Kenaikan berlanjut pada 2023 ke Rp36,40 per saham dan mencapai Rp43 pada 2024. Data tersebut mencerminkan kenaikan bertahap seiring ekspansi kinerja dan pertumbuhan laba dalam periode tersebut.

Dengan penetapan dividen Rp70 per saham untuk tahun buku 2025, posisi terbaru ini berada di atas capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp43 per saham. Artinya, secara nominal dividen mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024. 

Kenaikan ini juga terjadi di tengah rasio pembagian laba yang tetap dijaga di level 50 persen, menunjukkan bahwa peningkatan nilai dividen lebih didorong oleh pertumbuhan laba bersih daripada perubahan kebijakan distribusi.

Struktur rasio dividen yang tercermin dalam data historis juga memberikan konteks tambahan. Dengan payout ratio sekitar 31 persen pada data trailing sebelumnya dan kini naik menjadi 50 persen untuk tahun buku 2025, terdapat peningkatan porsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham. 

Di sisi lain, dividend yield yang berada di kisaran 4,22 persen menunjukkan bahwa distribusi dividen tetap menjadi salah satu komponen pengembalian yang diperhatikan dalam struktur imbal hasil saham ini.

Sentimen yang terbentuk dari keputusan ini cenderung mengarah pada kesinambungan kebijakan dividen, dengan penyesuaian mengikuti kinerja laba. Kenaikan nilai dividen di tengah alokasi laba untuk cadangan dan ekspansi menunjukkan bahwa distribusi kepada pemegang saham tetap berjalan seiring kebutuhan pendanaan internal. 

Dalam konteks historis, pola ini memperlihatkan bahwa DRMA mempertahankan tren peningkatan dividen secara bertahap, dengan level terbaru yang berada di titik tertinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79