Logo
>

Dividen Indo Tambangraya (ITMG) Menyusut, ini Penjelasannya

RUPST tetapkan dividen USD115 juta atau 60 persen laba bersih 2025, kinerja keuangan menunjukkan penurunan tahunan meski sempat pulih di akhir tahun.

Ditulis oleh Yunila Wati
Dividen Indo Tambangraya (ITMG) Menyusut, ini Penjelasannya
Kinerja keuangan yang tertekan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih, membuat ITMG memangkas dividen. (Foto: dok Indo Tambangraya Megah)

KABARBURSA.COM - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memutuskan untuk kembali memberikan dividen pada tahun buku 2025. Sayangnya, besaran dividen menyusut atau dipangkas setengahnya. 

Dalam RUPST yang digelar Jumat, 17 April 2026, ITMG menyetujui pembagian dividen tunai sebesar USD115 juta atau setara sekitar Rp1,97 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.190 per dolar AS. Nilai tersebut merepresentasikan 60 persen dari laba bersih tahun berjalan yang tercatat sebesar USD190,94 juta.

Struktur pembagian dividen ini terdiri dari dua tahap yang sudah dan akan dijalankan. Dividen interim sebesar USD50 juta atau sekitar Rp738 per saham telah lebih dulu dibayarkan pada 26 November 2025. 

Sementara itu, dividen final sebesar USD65 juta atau sekitar Rp1,11 triliun dijadwalkan dibagikan pada 19 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 29 April 2026. 

Sisa laba bersih yang tidak dibagikan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha.

Jika ditarik ke belakang, nilai dividen tahun buku 2025 ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, ITMG membagikan dividen sebesar USD243 juta, sehingga secara nominal terjadi penurunan sekitar 52,67 persen. 

Penurunan ini berjalan seiring dengan koreksi harga batu bara sepanjang 2025 yang berdampak langsung terhadap kinerja laba, namun rasio pembagian dividen tetap dijaga pada level yang signifikan.

Kinerja Keuangan Tertekan 

Dari sisi kinerja, penurunan tersebut tercermin dalam dinamika laporan keuangan sepanjang 2025. Pada kuartal IV-2025, ITMG mencatat total pendapatan sebesar Rp8,53 triliun, meningkat dibandingkan kuartal III-2025 yang sebesar Rp7,36 triliun dan kuartal II-2025 sebesar Rp7,21 triliun.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan ini masih lebih rendah dari capaian kuartal IV-2024 yang mencapai Rp10,22 triliun.

Pergerakan beban pokok penjualan juga mengikuti tren yang relatif sejalan. Pada kuartal IV-2025, beban pokok tercatat Rp5,93 triliun, turun dari Rp6,76 triliun pada kuartal IV-2024. 

Penyesuaian ini menjaga posisi laba kotor ITMG di level Rp2,59 triliun pada akhir 2025, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih di bawah posisi Rp3,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas operasional, laba usaha kuartal IV-2025 tercatat Rp1,45 triliun, meningkat dari Rp901 miliar pada kuartal III-2025. Namun, angka ini kembali menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan Rp2,47 triliun pada kuartal IV-2024. 

Pola ini memperlihatkan adanya perbaikan secara kuartalan di paruh kedua 2025, meskipun secara tahunan masih berada dalam tren koreksi.

Laba bersih menjadi indikator yang paling mencerminkan tekanan tersebut. Pada kuartal IV-2025, laba bersih ITMG tercatat Rp1,01 triliun, naik dari Rp658 miliar pada kuartal III-2025 dan Rp455 miliar pada kuartal II-2025. 

Namun secara tahunan, laba bersih ini masih lebih rendah dibandingkan Rp1,63 triliun pada kuartal IV-2024.

Dari sisi rasio, pergerakan juga menunjukkan perubahan struktur profitabilitas. Return on equity (ROE) kuartal IV-2025 berada di level 3,17 persen, turun dari 5,13 persen pada kuartal IV-2024. 

Return on assets (ROA) juga turun menjadi 2,50 persen dari sebelumnya 4,11 persen. Penurunan ini berjalan seiring dengan penyusutan laba, meskipun aktivitas operasional tetap berjalan dengan margin yang relatif terjaga.

EBITDA kuartal IV-2025 tercatat Rp2,07 triliun, meningkat dari Rp1,31 triliun pada kuartal sebelumnya. Namun angka ini masih berada di bawah capaian Rp2,80 triliun pada kuartal IV-2024. 

Di sisi valuasi, rasio price to earnings (PE) kuartal IV-2025 berada di 24,57 kali, lebih tinggi dibandingkan 18,89 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan penyesuaian harga terhadap penurunan laba.

Secara keseluruhan, pola kinerja ITMG sepanjang 2025 menunjukkan tekanan dari sisi pendapatan dan laba jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun diikuti oleh pemulihan bertahap secara kuartalan di paruh akhir tahun. 

Dalam konteks ini, kebijakan dividen yang tetap berada di kisaran 60 persen dari laba bersih menunjukkan bahwa distribusi kepada pemegang saham tetap menjadi bagian dari struktur keuangan, meskipun berada dalam fase penyesuaian siklus komoditas.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79