Logo
>

INCO Ditinggal Ahli Tambang, Saham Dijual Asing Rp40,60 miliar

Pengunduran diri Christopher McCleave muncul di tengah pergerakan saham INCO yang cenderung stabil dengan penurunan tipis dan aktivitas transaksi yang justru melandai.

Ditulis oleh Yunila Wati
INCO Ditinggal Ahli Tambang, Saham Dijual Asing Rp40,60 miliar
Pasar bereaksi terhadap rencana pengunduran diri ahli tambang senior INCO. Tercatat telah terjadi net sell sebesar Rp40,60 miliar pada perdagangan 10 April 2026. (Foto: dok Vale Indonesia)

KABARBURSA.COM - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyampaikan bahwa salah satu komisarisnya, Christopher McCleave, resmi mengundurkan diri setelah surat pengunduran dirinya diterima pada 9 April 2026. 

Informasi ini disampaikan Corporate Secretary INCO Ranty Astari Rachman, yang menegaskan bahwa keputusan tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat.

Manajemen juga memastikan bahwa perubahan susunan dewan ini tidak membawa dampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, maupun posisi keuangan perusahaan. 

Christopher McCleave sendiri dikenal sebagai eksekutif senior di industri pertambangan global dengan pengalaman lebih dari dua dekade. Saat ini, pri asal Australia itu masih menjabat sebagai Chief Technical Officer di Vale Base Metals.

Respons Pasar, Asing Jual Saham INCO

Di tengah kabar tersebut, pergerakan saham INCO justru tidak menunjukkan reaksi yang ekstrem. Pada perdagangan Senin, 13 April 2026, saham INCO ditutup di level 6.125 atau turun 25 poin setara 0,41 persen, setelah bergerak dalam rentang 5.950 hingga 6.150 sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan ini terjadi dalam fase yang relatif stabil jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. 

Pada 10 April 2026, saham INCO memang menguat 50 poin atau 0,82 persen ke level 6.150, setelah sebelumnya pada 9 April justru turun 100 poin atau 1,61 persen ke level 6.100. Dengan demikian, harga bergerak dalam rentang terbatas di area 6.100–6.150 dalam tiga hari terakhir.

Namun dari sisi aktivitas perdagangan, volume dan frekuensi transaksi justru mengalami penurunan. Volume pada 13 April tercatat 74,62 ribu lot dengan frekuensi 3,22 ribu kali, lebih rendah dibandingkan 10 April yang mencapai 113,97 ribu lot dan frekuensi 4,88 ribu kali. Sedangkan pada 9 April mencatat 192,02 ribu lot dengan frekuensi 6,56 ribu kali.

Sementara itu, dinamika aliran dana asing menunjukkan perubahan dalam beberapa hari terakhir sebelum dan sesudah kabar pengunduran diri muncul. Pada 9 April tercatat net foreign buy sebesar Rp14,74 miliar dan pada 8 April sebesar Rp15,87 miliar. Namun pada 10 April berbalik menjadi net foreign sell sebesar Rp951,70 juta.

Komposisi transaksi juga mencerminkan perubahan tersebut. Pada 9 April, pembelian asing mencapai Rp65,92 miliar, lebih tinggi dari penjualan Rp51,18 miliar, sedangkan pada 10 April pembelian Rp39,65 miliar berada di bawah penjualan Rp40,60 miliar. 

Pergeseran ini menunjukkan perubahan posisi pelaku asing dalam waktu singkat dari dominan beli menjadi lebih seimbang.

Secara intraday, pergerakan harga pada 13 April menunjukkan fluktuasi yang tetap terjaga dalam batas wajar. Saham dibuka di level 6.000, sempat menyentuh 6.150 sebagai titik tertinggi, lalu turun ke 5.950 sebelum ditutup di 6.125 dengan rata-rata transaksi di kisaran 6.068.

Dengan struktur data tersebut, pergerakan saham INCO pada hari pengumuman tidak menunjukkan lonjakan tekanan jual maupun peningkatan aktivitas transaksi. Harga bergerak dalam rentang sempit, sementara volume dan frekuensi justru menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79