KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai menunjukkan peningkatan aktivitas menjelang pelaksanaan aksi korporasi pembagian saham bonus.
Pada perdagangan 14 April 2026, saham MEJA ditutup di level 112 atau menguat 3,70 persen dari penutupan sebelumnya di 108. Sementara nilai transaksi mencapai Rp5,51 miliar dan volume 509,84 ribu lot.
Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan harga terlihat naik bertahap dari level 90 pada awal April hingga menembus 112. Jika ditotal, kenaikan bertahap ini lebih dari 24 persen dalam waktu kurang dari dua pekan.
Jika dilihat lebih jauh, kenaikan ini terjadi dalam pola yang tidak linier. Ada fase akselerasi pada beberapa hari tertentu. Pada 8 hingga 10 April, misalnya, saham MEJA mencatat lonjakan beruntun masing-masing sebesar 9,52 persen, 9,78 persen, dan 9,90 persen, sebelum sempat terkoreksi pada 13 April sebesar 2,70 persen.
Pergerakan ini menunjukkan adanya fase dorongan harga yang cukup cepat dalam waktu singkat, diikuti dengan penyesuaian pada sesi berikutnya.
Dari sisi aktivitas transaksi, peningkatan harga juga diiringi oleh perubahan dinamika volume dan frekuensi. Volume transaksi mencapai puncak pada 10 April sebesar 765,88 ribu lot dengan frekuensi 4,30 ribu kali, sebelum kembali menurun menjadi 509,84 ribu lot pada 14 April dengan frekuensi 3,64 ribu kali.
Perubahan ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan sempat meningkat saat harga mengalami lonjakan, kemudian berangsur menurun ketika harga berada di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, arus dana asing memperlihatkan pergerakan yang berubah dalam beberapa hari terakhir. Pada 8 dan 9 April, tercatat net foreign buy masing-masing sebesar Rp220,86 miliar dan Rp136,63 miliar, sejalan dengan kenaikan harga pada periode tersebut.
Namun memasuki 10 dan 13 April, arus berbalik menjadi net foreign sell masing-masing sebesar Rp688,21 juta dan Rp84,56 juta. Ada pergeseran arah aliran dana di tengah kenaikan harga.
Di sisi lain, rencana pembagian saham bonus menjadi faktor yang berjalan beriringan dengan pergerakan saham tersebut. Perseroan akan membagikan sebanyak 372,58 juta saham bonus dengan rasio 6:1, di mana setiap pemegang enam saham lama akan memperoleh satu saham tambahan.
Saham bonus ini berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor sebesar Rp7,45 miliar, dengan recording date ditetapkan pada 20 April 2026.
Struktur jadwal menunjukkan bahwa periode cum bonus di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 16 April, sementara perdagangan ex bonus dimulai pada 17 April. Untuk pasar tunai, cum bonus jatuh pada 20 April dan ex bonus pada 21 April, dengan distribusi saham bonus dijadwalkan pada 8 Mei 2026.
Seluruh saham bonus akan didistribusikan melalui KSEI bagi pemegang saham dalam penitipan kolektif.
Karakteristik saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham juga menjadi bagian dari struktur aksi korporasi ini. Pembagian tersebut tidak mengubah nilai total investasi pemegang saham, namun meningkatkan jumlah saham yang dimiliki, sehingga secara mekanisme akan menurunkan harga per saham secara proporsional.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen juga menyebutkan bahwa saham bonus ini tidak termasuk objek pajak sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, pergerakan harga saham MEJA dalam beberapa hari terakhir berjalan bersamaan dengan jadwal aksi korporasi yang mendekati periode cum bonus.
Aktivitas transaksi, perubahan arus dana, serta kenaikan harga yang terjadi dalam waktu singkat menjadi bagian dari dinamika yang muncul menjelang pelaksanaan pembagian saham bonus tersebut.(*)